Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
11 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Laga Sengit di Gelora Bung Karno, Timnas U-23 Bungkam Malaysia Lewat Pertahanan Solid

Laga Sengit di Gelora Bung Karno, Timnas U-23 Bungkam Malaysia Lewat Pertahanan Solid
Para pemain Malaysia dan Timnas Indonesia U-23 bersiap menyambut sepak pojok pada laga pemungkas Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (21/7/2025) malam WIB. (bola.com/abdul aziz)
Selasa, 22 Juli 2025 06:18 WIB

JAKARTA – Laga klasik sarat gengsi antara Timnas U-23 Indonesia dan Malaysia berakhir tanpa gol, namun tensi dan drama mewarnai sepanjang pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam (21/7/2025). Hasil imbang ini cukup bagi Garuda Muda mengunci posisi juara Grup A dan mengeliminasi Malaysia dari Piala AFF U-23 2025.

Dalam duel panas yang dipenuhi tekanan psikologis, Indonesia menunjukkan karakter tangguh dan disiplin. Di tengah sorakan ribuan suporter di GBK, anak asuh Gerald Vanenburg tampil tak tergoyahkan.

"Ini laga yang penuh beban mental, tapi pemain kami tampil berani dan fokus," ujar Vanenburg.

Malaysia, yang butuh menang minimal dua gol untuk lolos, tampil agresif sejak awal. Namun, lini belakang Indonesia yang digalang Kakang Rudianto dan Kadek Arel tampil luar biasa, sementara Cahya Supriadi jadi tembok terakhir yang tak tertembus.

Kiper asal Persija itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk membendung tendangan bebas Aliff Izwan dan penyelamatan refleks di babak kedua. "Kunci dari semua ini adalah komunikasi dan konsentrasi sejak menit pertama," kata Cahya.

Di sisi lain, lini serang Indonesia beberapa kali nyaris menjebol gawang Malaysia. Kombinasi Victor Dethan, Jens Raven, dan Rayhan Hannan menciptakan beberapa momen berbahaya, namun penyelesaian akhir belum maksimal.

Pergantian pemain jadi kunci menjaga intensitas. Hokky Caraka dan Dominikus Dion yang masuk di babak kedua menjaga irama permainan tetap stabil, meski skor tak berubah hingga akhir laga.

Dengan hasil ini, Indonesia finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin dan nirbobol, sementara Malaysia harus angkat kaki dari turnamen meski tampil cukup menjanjikan di dua laga sebelumnya.

Kini, Garuda Muda bersiap menghadapi semifinal dengan kepercayaan diri tinggi—membawa misi tak hanya meraih trofi, tetapi juga membuktikan dominasi baru di kawasan Asia Tenggara. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Nasional, Sepakbola, Basket, DKI Jakarta
wwwwww