Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Jawa Timur

Pengeroyokan Siswa Baru SMP di Blitar Jadi Sorotan, Korban Tak Melawan

Pengeroyokan Siswa Baru SMP di Blitar Jadi Sorotan, Korban Tak Melawan
Selasa, 22 Juli 2025 09:10 WIB

SURABAYA – Kasus perundungan kembali mencuat dari lingkungan sekolah, kali ini menimpa seorang siswa baru SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar. Dalam video yang viral di media sosial, korban terlihat dikeroyok oleh beberapa teman sekolahnya di belakang toilet, tanpa ada perlawanan sedikit pun.

Peristiwa memilukan ini terjadi Jumat (18/7/2025), saat siswa mengikuti kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Korban yang duduk di bangku kelas 7 hanya bisa bertahan sambil menangkis serangan, sementara sejumlah siswa lain tampak memukuli dan menendangnya.

"Sekarang tim Dinas Pendidikan sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan investigasi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, Senin (21/7/2025).

Video pengeroyokan itu memperlihatkan satu siswa mengatur jalannya aksi kekerasan, sementara siswa lainnya memberikan makian dan provokasi. Ironisnya, tidak ada intervensi dari pihak sekolah yang terlihat dalam rekaman tersebut.

Pada Sabtu (19/7/2025), Dinas Pendidikan memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan pelaku. Proses itu juga dihadiri oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa. Orang tua korban menegaskan agar para pelaku mendapat pembinaan dari aparat.

Adi menyebut permintaan tersebut telah disetujui dan seluruh pihak sepakat menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. "Permintaan itu disepakati. Diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Kondisi korban saat ini dilaporkan dalam keadaan baik, namun kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan di sekolah masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, Jawa Timur
wwwwww