Rekan Indonesia Dukung Wamenaker Skema Paylater Biaya Kuliah Kedokteran
![]() |
| Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho. (Ist) |
Minggu, 27 Juli 2025 15:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap usulan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer mengenai skema pembiayaan pendidikan kedokteran dan farmasi yang dibayar setelah lulus.
Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho menilai, kebijakan ini menjadi angin segar bagi calon tenaga medis yang memiliki kemampuan akademik, tetapi terhambat biaya.
"Biaya kuliah kedokteran saat ini bisa mencapai Rp 600 juta sampai Rp 1 miliar hingga lulus profesi. Tanpa solusi pembiayaan yang adil, banyak generasi muda akan terhambat. Kita siap melawan mafia kesehatan dan regulasi yang memonopoli akses pendidikan," kata Agung, melalui keterangan tertulis, Minggu (27/7/2025).
Selain mendukung skema utang kuliah, Agung menyebut, Rekan Indonesia juga mendorong pemerintah memperluas beasiswa LPDP, KIP-Kuliah, dan Bidikmisi.
"Skema lain yang bisa diterapkan adalah adalah subsidi UKT pro-rata, CSR rumah sakit atau BUMN farmasi, hingga model income-share agreement (ISA) di mana pembayaran biaya kuliah berbasis persentase pendapatan setelah bekerja," tegasnya.
Menurutnya, desain kebijakan harus transparan, berbunga rendah, serta berpihak kepada masyarakat.
"Anak bangsa berhak mendapat pendidikan bermutu tanpa terbebani biaya yang menjerat," pungkas Agung. ***
| Kategori | : | Automotif, DKI Jakarta |













