Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Ketegangan Usai Final AFF U-23, Polisi Amankan 22 Suporter di GBK

Ketegangan Usai Final AFF U-23, Polisi Amankan 22 Suporter di GBK
Aparat keamanan yang berjaga mengamankan 22 suporter yang diduga terlibat dalam kericuhan pasca pertandingan.
Rabu, 30 Juli 2025 08:32 WIB

JAKARTA – Euforia pertandingan final Piala AFF U-23 2025 berubah menjadi kepanikan usai Timnas Indonesia dikalahkan Vietnam dengan skor 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7/2025) malam. Suasana haru karena kegagalan menjadi juara berbalik menjadi ketegangan di tengah ribuan penonton.

Aparat keamanan yang berjaga harus mengamankan 22 suporter yang diduga terlibat dalam kericuhan pasca pertandingan. Dua orang mengalami luka-luka dan satu di antaranya harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan bahwa insiden terjadi hanya beberapa saat setelah pertandingan berakhir.

"Begitu peluit akhir berbunyi, beberapa suporter terpancing emosi. Petugas langsung bertindak cepat untuk meminimalisir potensi kerusuhan lebih besar," ungkapnya, Rabu (30/7/2025).

Meski kericuhan sempat mengganggu suasana, pendekatan persuasif dari pihak keamanan berhasil menenangkan situasi dalam waktu singkat. Kondisi di sekitar stadion kini telah kembali aman.

“Kami sudah siagakan personel jauh sebelum kick off. Upaya pengamanan kami lakukan secara terukur dan mengedepankan keselamatan semua pihak,” tambah Susatyo.

Polisi juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam merespons hasil pertandingan, dan tidak melampiaskan kekecewaan dengan aksi yang membahayakan orang lain.

"Sepak bola adalah olahraga yang menyatukan, bukan ajang luapan amarah. Semua pihak, khususnya pendukung Timnas, harus belajar menerima hasil dengan lapang dada," tegasnya.

Proses pemeriksaan terhadap 22 suporter masih berjalan di Polres Metro Jakarta Pusat. Aparat memastikan tindakan hukum tetap ditegakkan bagi pelanggaran yang terjadi. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Nasional, Sepakbola, Basket, DKI Jakarta
wwwwww