Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, Gelombang Dipastikan Melemah

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, Gelombang Dipastikan Melemah
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono. (Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso)
Kamis, 31 Juli 2025 07:18 WIB

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami yang dikeluarkan setelah gempa besar berkekuatan 8,7 mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi (30/7/2025).

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pencabutan dilakukan setelah grafik marigram menunjukkan gelombang laut menurun drastis. Peringatan yang berlaku sejak pukul 06.24 WIB itu dinyatakan berakhir pada pukul 23.00 WIB.

"Energi gempa sudah terdisipasi, marigram menunjukkan gelombang laut mengecil dan cenderung stabil," ujar Daryono.

Gelombang air laut sebelumnya naik setinggi 5 sampai 20 cm di sejumlah wilayah Indonesia Timur, yang memicu status waspada tsunami di beberapa daerah seperti Talaud, Gorontalo, Halmahera Utara, dan Biak Numfor.

Meski peringatan telah dicabut, Markas Besar TNI tetap mengerahkan pasukan untuk siaga di wilayah pesisir. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menyatakan kesiapsiagaan ini dilakukan sesuai arahan Panglima TNI.

"Pasukan dari komando distrik dan resor militer telah siaga bersama aparat BPBD dan pemerintah daerah untuk membantu warga jika diperlukan," jelas Kristomei.

TNI juga menyiapkan armada laut dari beberapa pangkalan serta unsur udara untuk evakuasi dan distribusi logistik.

"TNI AU siaga melakukan observasi udara dan mobilisasi cepat di wilayah rawan," tambahnya.

Jumlah pasukan dan alat utama tidak dirinci, namun Kristomei memastikan TNI tetap berjaga hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

"Koordinasi dengan BMKG, BNPB, dan instansi terkait terus berjalan guna menjamin keselamatan masyarakat dan menangani kondisi darurat secara cepat," tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww