Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Usai Gempa Dahsyat di Rusia, Towea Muna Diterpa Guncangan Tiga Kali Beruntun

Usai Gempa Dahsyat di Rusia, Towea Muna Diterpa Guncangan Tiga Kali Beruntun
Kamis, 31 Juli 2025 06:57 WIB

KENDARI – Dalam kurun waktu dua jam, wilayah pesisir Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, diguncang tiga kali gempa bumi beruntun pada Rabu (30/7/2025). Guncangan yang berpusat di Kecamatan Towea itu menyebabkan retakan pada dua fasilitas pelayanan masyarakat, namun tanpa menimbulkan korban jiwa.

Gempa pertama terjadi pukul 10:50 WITA dengan kekuatan 4,2 skala Richter, cukup kuat dirasakan hingga ke Buton Utara. Dua gempa susulan menyusul sekitar pukul 11:57 dan 13:01 WITA, masing-masing dengan kekuatan 2,2 dan 2,0 SR.

Kepala BMKG Kendari, Rudin, menyatakan bahwa rangkaian gempa tersebut merupakan aktivitas sesar lokal di timur laut Towea, dan tidak berkaitan dengan gempa besar 8,7 SR yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, tiga jam sebelumnya.

“Tidak ada kaitannya dengan gempa di Rusia. Ini murni aktivitas lokal dari sesar aktif yang belum terpetakan secara detail,” jelas Rudin. 

Dampak dari gempa pertama cukup terasa. Dinding Kantor Urusan Agama (KUA) Towea dan Puskesmas Moasi mengalami keretakan. Video yang beredar menunjukkan retakan kecil hingga cukup lebar di dua bangunan tersebut. Meski begitu, Kapolsek Towea, Ipda Lukman, memastikan tidak ada korban jiwa dan wilayah terdampak dinyatakan aman.

“Korban jiwa nihil. Hanya kerusakan ringan di bangunan. Desa Lakarama dan Wangkolabu juga dalam kondisi aman,” ujarnya.

BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing isu menyesatkan. Masyarakat diminta untuk mengenali potensi bahaya dan waspada terhadap struktur bangunan retak, terutama bila gempa kembali terjadi.

“Gempa dangkal seperti ini bisa berulang, penting untuk memahami cara evakuasi dan menjauhi bangunan tua atau rusak,” tambah Rudin.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa gempa bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Meski skalanya kecil, dampaknya tetap perlu diantisipasi, terutama pada bangunan publik yang melayani masyarakat. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic, Sulawesi Tenggara
wwwwww