Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Dari Hambalang, Prabowo Tegaskan Perlu Kerja Sama Lintas Sektor Cegah Kebakaran Hutan

Dari Hambalang, Prabowo Tegaskan Perlu Kerja Sama Lintas Sektor Cegah Kebakaran Hutan
Presiden Prabowo Subianto
Senin, 04 Agustus 2025 08:36 WIB

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti capaian besar dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurun signifikan selama dua tahun terakhir. Namun di balik pujian terhadap kinerja kementerian dan tim penanganan, ia mengingatkan bahwa tantangan masih jauh dari selesai.

Dalam rapat terbatas yang digelar dari kediamannya di Hambalang, Minggu (3/8/2025), Prabowo mengapresiasi sinergi Kementerian Lingkungan Hidup dan lembaga terkait yang berhasil menekan angka karhutla secara signifikan.

“Presiden menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama yang perlu dipertahankan dan diperkuat,” kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Data menunjukkan bahwa luas lahan terbakar pada 2024 menurun sebesar 33,3 persen dibanding tahun 2023. Penurunan makin tajam di tahun 2025, dengan angka hingga Agustus tercatat hanya 8.955 hektar.

Namun Prabowo juga menekankan bahwa musim kemarau belum usai. Berdasarkan informasi BMKG, risiko kebakaran masih tinggi hingga akhir Agustus.

“Presiden meminta semua tim tetap waspada. Jangan kendor. Ini bukan hanya soal capaian, tapi soal melindungi rakyat, lingkungan, dan masa depan,” ujar Teddy.

Ia juga menegaskan perlunya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan agar pencegahan berjalan seimbang dengan penindakan. Menurutnya, keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari penurunan angka, tetapi dari ketegasan dalam menjaga keberlanjutan.

Rapat tersebut juga menjadi momen bagi Prabowo untuk menegaskan bahwa kolaborasi pusat-daerah, aparat hukum, dan masyarakat sipil adalah fondasi utama dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang kini kian terasa nyata. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Voli, Lingkungan, Automotif, DKI Jakarta
wwwwww