Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Nasional

KLH Desak Pemda Bentuk Timsus Kelola Sampah MBG

KLH Desak Pemda Bentuk Timsus Kelola Sampah MBG
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berbincang dengan siswa saat memantau Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 8 Kota Tangerang, Senin (4/8/2025). (Foto: Antara/Irfan)
Senin, 04 Agustus 2025 15:24 WIB

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong pemerintah daerah untuk membentuk tim khusus (timsus) dalam mengelola sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Karena jumlah SPPG di setiap daerah bertambah, harus diperhatikan juga sisa makanan oleh dinas terkait agar dapat dikelola dengan baik. Itu yang jadi fokus KLH setiap memantau kegiatan makan bergizi gratis," ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat memantau pelaksanaan MBG di SMP Negeri 8 Kota Tangerang, Banten, Senin (4/8/2025).

Hanif menyebut, rata-rata timbunan sampah dari satu SPPG mencapai 20 kilogram. Jumlah ini terdiri atas 10 kilogram sisa olahan makanan dan 10 kilogram dari makanan yang dikembalikan seperti kulit buah.

Ia menegaskan pentingnya pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah pelaksanaan program MBG. Sebelum mengunjungi siswa penerima MBG, Hanif terlebih dahulu memantau kondisi pengolahan sampah di SPPG.

"Kalau dari paparan, semua sampah dari SPPG diangkut oleh unit khusus untuk kemudian diolah. Karena banyak, manfaatkan, bisa buat maggot dan lainnya," jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemda untuk tidak hanya fokus pada distribusi MBG, tetapi turut menciptakan inovasi dalam pengelolaan sampah sisa makanan.

"Jangan sampai sampah dari MBG menjadi masalah baru. Maka itu harus disiapkan segalanya," tegas Hanif.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, memastikan bahwa seluruh sisa makanan dari program MBG telah dikelola dengan baik oleh Dinas Lingkungan Hidup melalui TPST3R maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Sisa makanan diolah dan tidak dibuang sembarangan. Semua sudah kita siapkan," ujarnya.

Langkah ini selaras dengan instruksi KLH guna memastikan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berjalan baik dalam distribusi dan konsumsi, tetapi juga pengelolaan limbahnya agar memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww