Penambahan Anggaran TNI Jadi Rp166 Triliun, Fokus Bangun 6 Kodam Baru dan Kekuatan Tempur Nasional
![]() |
| Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Presiden RI Prabowo Subianto saat mengecek alutsista Mabes TNI di Jakarta. |
JAKARTA – DPR RI mengamini rencana kenaikan anggaran pertahanan menjadi Rp166 triliun pada 2025, menyusul pengukuhan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Tambahan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur pertahanan di berbagai wilayah sekaligus memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyampaikan bahwa keenam Kodam baru tersebut berada di Riau, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua. Selain itu, dibentuk pula 20 Brigade Infanteri Teritorial dengan total 100 batalion serta enam grup pengembangan Kopassus.
“Semua ini tentu butuh anggaran besar. Namun realisasinya bertahap, sesuai kemampuan keuangan negara,” ujar TB di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/8/2025).
Kenaikan anggaran ini juga mencakup kebutuhan modernisasi alutsista dan peningkatan kualitas SDM militer, mulai dari pelatihan perwira hingga pendidikan di akademi militer. “Membeli alutsista saja butuh waktu, minimal tiga tahun sejak pemesanan. Melatih komandan peleton di akademi juga butuh 3,5 tahun,” tambahnya.
TB menyebut detail kenaikan anggaran akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan DPR, 15 Agustus mendatang. Sebelumnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin telah mengusulkan tambahan anggaran untuk mempercepat pembangunan kekuatan pertahanan nasional.
“Ini bukan sekadar belanja, tapi investasi jangka panjang untuk memastikan keamanan negara di tengah dinamika geopolitik global,” tegas TB. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta |













