Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  Voli

Pelemparan Sandal Jadi Simbol Penolakan, Demo Pati Desak Bupati Mundur

Pelemparan Sandal Jadi Simbol Penolakan, Demo Pati Desak Bupati Mundur
Bupati Sudewo menemui massa, insiden pelemparan menjadi sorotan menandai puncak ketegangan antara pemerintah daerah dan warganya.
Rabu, 13 Agustus 2025 17:55 WIB

PATI – Aksi protes besar-besaran di Kabupaten Pati pada Rabu (13/8/2025) berakhir ricuh dan meninggalkan simbol kuat penolakan warga terhadap pemimpin daerahnya. Saat Bupati Pati, Sudewo, turun menemui massa, ia disambut dengan lemparan sandal, botol, dan air kemasan—tanda kemarahan publik yang memuncak.

Lebih dari 100.000 warga memadati kawasan Kantor Bupati menuntut pembatalan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen, sekaligus mendesak Sudewo mundur. Kericuhan pecah sekitar pukul 12.16 WIB, ketika Sudewo yang baru sebulan menjabat turun dari mobil rantis, mengenakan kemeja putih, kacamata, dan peci hitam.

“Assalamualaikum wr wb. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat lebih baik,” ucapnya. Namun, kata-kata itu tak cukup meredam amarah massa. Lemparan mulai menghujani panggung pertemuan, memaksa aparat Brimob menutupi Sudewo dengan tameng dan membawanya kembali ke kendaraan taktis. 

Ketegangan makin meningkat. Massa mencoba menerobos gerbang kantor bupati, melempar botol, hingga membakar mobil provos Polres Grobogan. Polisi mengerahkan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Pakar hukum tata negara Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Sunny Ummul Firdaus, menilai situasi ini menunjukkan bahwa legalitas kebijakan tak cukup tanpa legitimasi sosial. “Kewenangan menetapkan pajak daerah sah secara hukum, tetapi tanpa komunikasi dan partisipasi publik, dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Meski kenaikan PBB telah dibatalkan, luka politik sudah terlanjur terbuka. Tuntutan lengser tetap menggema, menjadi tantangan besar bagi Sudewo di awal masa jabatannya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww