Sumbar Masih Tertinggal, DPR Ajak Semua Pihak Percepat Program MBG
![]() |
PADANG – Sumatra Barat disebut masih tertinggal dalam realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding provinsi lain. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyebut masalah utama ada pada infrastruktur yang belum memadai, sehingga distribusi dan pelaksanaan program berjalan lambat.
“Anggaran tersedia, tapi infrastrukturnya belum siap. Di daerah lain, MBG sudah berjalan lancar, sementara di Sumbar masih harus mengejar ketertinggalan,” kata Andre saat meninjau pelaksanaan MBG di SDN 24 Padang, Selasa (12/8/2025).
Program MBG tahun anggaran 2025 memiliki pagu Rp71 triliun melalui DIPA Badan Gizi Nasional, dengan target penerima lebih dari 15,5 juta orang di seluruh Indonesia, termasuk pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Andre mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta, perbankan, dan investor agar MBG di Sumbar bisa berjalan lebih cepat. “Kita harus bersama-sama memastikan manfaatnya dirasakan semua penerima, dari desa sampai kota,” ujarnya.
Di Padang, Wakil Wali Kota Maigus Nasir menjelaskan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dengan total 6.316 penerima manfaat. Tujuh SPPG lainnya ditargetkan aktif pada Agustus–September 2025. Ia menekankan pentingnya keakuratan data penerima dan pengukuran capaian melalui form evaluasi.
“Presiden Prabowo sangat serius dengan program ini. Anggaran 2025 sudah Rp200 triliun dan 2026 akan meningkat lagi. Tinggal bagaimana kita di daerah bergerak cepat,” kata Maigus. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | bisnis.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Umum, DKI Jakarta |













