Dua Siswa SDIT di Bekasi Tewas Saat Ekskul Renang, Polisi Selidiki Kelalaian Pengawasan
![]() |
| Ilustrasi (net) |
BEKASI – Kegiatan ekstrakurikuler renang di SDIT Ibnul Jazari, Babelan, Kabupaten Bekasi, berakhir tragis. Dua siswa kelas satu, KBW (laki-laki) dan FAP (perempuan), meninggal dunia diduga akibat tenggelam saat mengikuti sesi perdana pelajaran renang, Senin (11/8/2025).
Kasubid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan peristiwa itu terjadi setelah jam pelajaran reguler. “Korban FBW laki-laki dan FAP perempuan,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Sekitar pukul 14.30 WIB, orang tua korban menerima telepon dari guru pendamping dan kepala sekolah agar segera datang ke RS Viola Pondok Ungu Permai. Setibanya di rumah sakit, kedua anak dinyatakan meninggal dunia.
Keterangan awal menyebutkan, wali murid tidak diperbolehkan mendampingi anak saat ekstrakurikuler berlangsung. Pengawasan penuh berada di tangan guru dan pihak yayasan. “Pada saat mengikuti ekskul renang, wali murid tidak diperbolehkan ikut mendampingi dan hanya didampingi oleh guru Yayasan SDIT Ibnul Jazari,” jelas Reonald.
Polisi telah mendatangi yayasan dan rumah pemiliknya, namun pihak terkait belum bersikap kooperatif. Rencana pemeriksaan akan dilakukan terhadap pemilik yayasan, kepala sekolah, dan guru pendamping untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian pengawasan.
Tragedi ini memunculkan sorotan terhadap standar keselamatan dan prosedur pengawasan dalam kegiatan ekstrakurikuler, terutama yang melibatkan risiko tinggi seperti renang. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tvonenews.com |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat |













