Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Basket

Bayi, Ibu, dan Pengungsi Jadi Korban Serangan Baru Israel di Gaza

Bayi, Ibu, dan Pengungsi Jadi Korban Serangan Baru Israel di Gaza
Ilustrasi (net)
Senin, 18 Agustus 2025 08:40 WIB

GAZA – Militer Israel kembali meningkatkan serangan ke wilayah Kota Gaza, mendorong ribuan warga Palestina meninggalkan rumah mereka. Evakuasi paksa dimulai sejak Ahad (17/8/2025), bersamaan dengan dimulainya tahap lanjutan operasi militer yang diklaim menargetkan benteng terakhir Hamas.

Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, menyatakan rencana baru ini telah disetujui dan akan menyasar langsung ke pusat Kota Gaza. "Hari ini kami menyetujui rencana perang tahap selanjutnya," ujarnya, dikutip dari The Times of Israel.

Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya tekanan dari dunia internasional atas rencana pencaplokan wilayah yang berisiko menambah korban sipil. PBB memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan akan memburuk jika evakuasi besar-besaran dan serangan tetap dilanjutkan.

Meski militer Israel menyebut warga akan diberikan tenda dan perlindungan dasar melalui Kerem Shalom, banyak pihak meragukan implementasi rencana itu. Sebagian besar warga Kota Gaza, yang kini dihuni sekitar satu juta jiwa, tidak tahu ke mana harus pergi.

Kelompok Jihad Islam Palestina menyebut langkah ini sebagai "kejahatan kemanusiaan". "Memaksa warga mengungsi di tengah bencana kemanusiaan adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional," tegas mereka.

Dalam sepekan terakhir, gempuran udara dan artileri dilaporkan menghantam kawasan Zeitoun dan Shujaiya. Serangan drone menewaskan dua orang di Asqaula, sementara sebuah rumah di dekat Masjid al-Alami juga menjadi sasaran, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Daerah pengungsian al-Mawasi, yang semula disebut zona aman, juga tak luput dari serangan. Satu keluarga—Motasem al-Batta, istrinya, dan bayi mereka—tewas di dalam tenda akibat serangan udara.

"Dua setengah bulan, apa yang telah dia lakukan?" kata Fathi Shubeir, tetangga korban, merujuk pada bayi perempuan yang turut menjadi korban.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut jumlah korban tewas telah mencapai 61.827 orang sejak Oktober 2023. Dalam sehari terakhir, sebelas warga—termasuk seorang anak—dilaporkan meninggal karena kelaparan.

Di Rumah Sakit al-Shifa, kondisi kritis memburuk. Direktur rumah sakit, Mohammed Abu Salmiya, menyebut lebih dari 200 pasien terancam nyawanya karena minimnya pasokan obat dan nutrisi.

Organisasi Kesehatan Dunia mengungkapkan lebih dari 14.800 pasien membutuhkan perawatan mendesak yang tidak tersedia di Gaza. Beberapa yang dievakuasi ke luar negeri pun tidak tertolong, seperti Marah Abu Zuhri (20), yang wafat dua hari setelah tiba di Italia.

Situasi gizi buruk juga kian mengkhawatirkan. Direktur Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengungkapkan sekitar 40.000 bayi mengalami malnutrisi akut.

Sementara itu, keluarga dari 50 warga Israel yang ditawan Hamas menyerukan unjuk rasa nasional, mendesak pemerintah segera bertindak. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer harus berlanjut. "Saya tidak punya pilihan lain," ujarnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Basket
wwwwww