Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Automotif

Dari Bandara ke Kontrakan, Begini Jejak Lengkap Kurir Narkoba Jaringan Antarprovinsi

Dari Bandara ke Kontrakan, Begini Jejak Lengkap Kurir Narkoba Jaringan Antarprovinsi
Selasa, 19 Agustus 2025 08:00 WIB

PEKANBARU – Siasat dua kurir narkoba membawa istri dan enam koper berisi sabu ke Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Jumat (15/8/2025) gagal total. Kecurigaan petugas keamanan bandara membuka kedok penyelundupan 13 kilogram sabu yang disamarkan sebagai bagasi penumpang tujuan Kendari.

Awalnya, tim Aviation Security (Avsec) bandara mendeteksi isi mencurigakan dari lima koper yang hendak dimasukkan ke bagasi. Setelah koordinasi cepat dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, dua pria berinisial A (40) dan AP (28) langsung diamankan di lokasi.

"Saat digeledah, kelima koper berisi total 24 bungkus sabu, beratnya sekitar enam kilogram," ujar Direktur Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Senin (18/8/2025).

Yang mengejutkan, kedua tersangka membawa serta istri mereka, yang mengaku tidak mengetahui isi koper. Namun, pengakuan A dan AP justru membuka fakta baru. Di kontrakan mereka di Jalan Keliling, Kulim, tim menemukan lagi satu koper berisi 29 bungkus sabu seberat tujuh kilogram.

Dari total 13 kilogram sabu, polisi juga menyita timbangan digital dan uang tunai. Kedua kurir mengaku bekerja untuk bandar berinisial H, dengan perantara M yang mereka temui di hotel di Pekanbaru.

"A sudah lima kali menjadi kurir, dengan bayaran Rp60 juta per kilogram. AP baru tiga kali, dibayar Rp50 juta per kilogram. Keduanya baru terima uang muka Rp10 juta," kata Putu.

Lebih lanjut, sabu yang diterima awalnya berjumlah 15 bungkus besar, dibagi menjadi 61 paket. Delapan bungkus telah diserahkan ke M, 24 disita di bandara, dan 29 ditemukan di kontrakan.

Kini, polisi memburu M dan H yang diduga otak jaringan. Polda Riau juga mendalami kemungkinan tindak pidana pencucian uang dari keuntungan peredaran narkoba ini.

"Ini bukan kasus biasa. Pelibatan keluarga dan pola distribusi sabu menunjukkan jaringan yang rapi dan terorganisir lintas provinsi," tegas Putu. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Automotif, Beladiri, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara
wwwwww