Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Suku Bunga Turun Jadi 5 Persen, BI Incar Stimulus Ekonomi di Tengah Inflasi Terkendali

Suku Bunga Turun Jadi 5 Persen, BI Incar Stimulus Ekonomi di Tengah Inflasi Terkendali
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: rmol/alifia)
Rabu, 20 Agustus 2025 16:47 WIB

JAKARTA – Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung Senin–Selasa (19–20/8/2025), menandai langkah ketiga pelonggaran moneter sepanjang tahun ini.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers daring, Rabu (20/8/2025).

Dengan keputusan ini, suku bunga deposit facility ditetapkan menjadi 4,25 persen dan lending facility sebesar 5,75 persen. Ini merupakan level suku bunga terendah yang ditetapkan sepanjang tahun berjalan.

Perry menjelaskan, kebijakan ini diambil dengan memperhatikan inflasi yang tetap rendah dalam kisaran 2,5±1 persen serta kebutuhan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.

“Penurunan suku bunga ini konsisten dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang masih memerlukan dorongan tambahan,” paparnya.

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus membuka ruang pelonggaran jika kondisi inflasi dan nilai tukar tetap stabil. Di sisi lain, kebijakan makroprudensial juga disiapkan untuk mendukung peningkatan pembiayaan sektor produktif.

“Strategi kami ke depan akan fokus mendorong kredit, menjaga likuiditas, dan menurunkan suku bunga pinjaman guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Langkah pemangkasan BI Rate ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan konsumsi masyarakat dan ekspansi sektor swasta. Namun, publik masih menanti apakah penurunan suku bunga ini akan benar-benar diterjemahkan menjadi bunga pinjaman yang lebih rendah di tingkat perbankan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Nasional, KONI
wwwwww