Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ketum PITA Sebut Pentingnya Pembentukan Badan Reklamasi Tambang

Ketum PITA Sebut Pentingnya Pembentukan Badan Reklamasi Tambang
Ketua Umum Pemuda Indonesia Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto. (Ist)
Rabu, 20 Agustus 2025 17:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto menegaskan pentingnya pembentukan dan penguatan Badan Reklamasi Tambang dengan koordinasi langsung di bawah Presiden RI.

Ervan menjelaskan, pembentukan Badan Reklamasi Tambang menjadi langkah penting dan strategis dalam mengatasi dampak pascatambang dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia ke depan. 

 
"Kegiatan tambang atau ekplorasi lingkungan yang berlangsung selama ini sering kali meninggalkan bekas luka ekologis yang berat, seperti tanah rusak, sumber air tercemar, hingga kerusakan ekosistem yang sulit dipulihkan tanpa penanganan tepat," kata Ervan, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (20/8/2025). 
 
Ervan mengatakan, reklamasi pascatambang harus menjadi prioritas utama pemerintah dan pelaku industri tambang agar kawasan bekas tambang dapat kembali produktif serta dipastikan aman bagi masyarakat serta lingkungan. 
 
Ia menambahkan, Badan Reklamasi Tambang perlu memiliki kewenangan yang jelas, sumber daya yang memadai, serta tenaga ahli yang berkompeten agar proses reklamasi setalah penambangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. 
 
"Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi merestorasi ekosistem secara menyeluruh, termasuk pengelolaan air, tanah, dan keanekaragaman hayati," terangnya. 
 
Ervan berharap agar pemerintah dapat mempercepat pembentukan dan melakukan penguatan Badan Reklamasi Tambang, serta memastikan proses reklamasi dilakukan secara transparan dan akuntabel. 
 
Menurut Ervan, Langkah ini dianggap sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang harus diemban oleh seluruh pihak terkait demi masa depan generasi Indonesia yang lebih baik.
 
"Reklamasi pascatambang menjadi investasi jangka panjang untuk melindungi lingkungan, masyarakat, dan tentunya mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Mari kita dukung penuh upaya ini demi tanah air yang lebih makmur hijau dan lestari," pungkas Ervan. ***

Kategori:Lingkungan
wwwwww