Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic
31st Abu Dhabi International Chess Festival 2025

IM Azarya Jodi Jadikan GM Igor Miladinovic Korban Kedua

IM Azarya Jodi Jadikan GM Igor Miladinovic Korban Kedua
IM Azarya Jodi kalahkan GM Igor Miladinovic yang pernah menjadi Juara Dunia Junior 1993. (PB Percasi)
Kamis, 21 Agustus 2025 15:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pecatur Indonesia IM Azarya Jodi Setyaki (2331) kembali membuat kejutan. Pada babak keenam 31st Abu Dhabi International Chess Festival, Hotel St. Regis, Abu Dhani, UEA, Rabu (20/8/2025), untuk kedua kalinya Jodi menaklukkan seorang Grand Master (GM).

Korbannya kali ini adalah GM Igor Miladinovic (2501) dari Serbia. Igor menyerah pada langkah 45 pertahanan Sicilia variasi Pelikan atau Sveshnikov. "Partai mereka berjalan keras, terbuka dan penuh komplikasi. Model permainan seperti itu kesenangan Jodi. Sejak pembukaan Jodi yang pegang Putih sudah lebih baik posisinya, dan sejak langkah 25 keunggulannya semakin nyata. Unggul satu bidak pada langkah 26 dan unggul kualitas pada langkah 38," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem dalam siaran persnya.

Di sini, kata Kris, panggilan karibnya, Jodi mengorbankan Benteng yang indah 41.Bxh6. Tiga langkah kemudian, ia merebut perwiranya kembali. Lalu pada langkah 45, Igor menyerah karena melihat bidak e5-nya bakal jatuh lagi atau dia akan kalah tiga bidak dalam permainan akhir Beteng Gajah vs Benteng Kuda yang praktis menang bakal kalah. Karena itu Igor yang mantan Juara Dunia Junior 1993 itu merebahkan Rajanya.

Satu lagi pecatur Indonesia yang menang adalah IM Aditya Bagus Arfan (2391). Pecatur berusia 19 tahun yang disponsori PT United Traktors ini mengalahkan pecatur perempuan asal Kazakhstan FM Iren Lyutsinger (2308).

Adit kembali membuktikan bahwa tidak ada masalah lagi dalam menghadapi pecatur perempuan yang bule sekalipun. Ia main penuh percaya diri, dan mulai unggul sejak membuat komplikasi di langkah 25 yang keliru diantisipasi oleh Iren. Bahkan sejak langkah 27 Adit terus mengancam skakmat sambil memetik bidak-bidak Iren satu persatu. Lihat diagram 3. Posisi saat Iren menyerah karena teracam mati atau kehilangan materi banyak sekali.

GoNews.co IM Aditya saat mengalahkan pec
IM Aditya saat mengalahkan pecatur perempuan dari Kazakhstan, FM Iren Lyutsinger. (PB Percasi)

Sementara itu, IM Nayaka Budhidharma (2389) kembali menunjukkan ketahanan mental dan pemahaman teori permainan akhir yang baik dengan menahan remis GM Sandipan Chanda (2482 India) pada langkah 90 pertahanan Sicilia Sozin.

Nayaka sebetulnya sempat unggul posisi setelah Sandipan mengorbankan Kudanya untuk ditukar dengan tiga bidak. Namun ketidakakuratannya dalam permainan tengah membuat ia harus bertahan total dalam permainan akhir. Ia memiliki Gajah dan Kuda serta tiga bidak melawan Sandipan yang memiliki Benteng dan enam bidak.

Beruntung Sandipan tidak berani main komplikasi sehingga terjadi pengulangan langkah terus menerus dan remis disetujui pada langkah 90. Lihat diagram 4, posisi saat remis disepakati.

Setelah babak enam, poin yang direbut pecatur Indonesia adalah 4 poin bagi Jodi hasil 3 kali menang, 2 kali remis dan sekali kalah. Kemudian 3,5 poin bagi Adit dan Nayaka, di mana hasil Adit adalah 3 kali menang dan sekali remis, 2 kali kalah. Sementara Nayaka 2 kali menang dan 3 kali remis serta sekali kalah. ***

wwwwww