Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Automotif

Cacingan Renggut Nyawa Anak Sukabumi, Pakar WHO: Ini Masalah Kesehatan Publik Serius

Cacingan Renggut Nyawa Anak Sukabumi, Pakar WHO: Ini Masalah Kesehatan Publik Serius
Perawatan seorang balita akibat cacingan akut di Sukabumi.
Jum'at, 22 Agustus 2025 10:00 WIB

JAKARTA – Wafatnya Raya (4), anak kecil dari Sukabumi yang tubuhnya dipenuhi cacing, menggugah perhatian masyarakat luas. Pakar kesehatan masyarakat, Tjandra Yoga Aditama, menilai peristiwa ini sebagai peringatan keras bahwa penyakit sederhana seperti cacingan masih mengancam nyawa anak-anak Indonesia.

“Kita butuh penjelasan medis lengkap soal penyebab kematian. Tapi jelas ini bukan hanya kasus medis, melainkan juga cermin kegagalan sanitasi dan pencegahan,” ungkap Tjandra, Rabu (20/8/2025).

Ia menjelaskan, telur cacing dari tanah atau air tercemar bisa masuk ke tubuh anak-anak yang bermain tanpa alas kaki atau tak mencuci tangan. Mereka yang kekurangan gizi menjadi sangat rentan. “Infeksi cacing bisa dicegah. WHO punya strategi jelas: pengobatan berkala, edukasi, sanitasi, dan air bersih,” jelasnya.

Tjandra berharap Indonesia menetapkan target nasional pengendalian cacingan sebelum 2030, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menjunjung kesehatan anak-anak sebagai prioritas.

Raya berasal dari keluarga miskin. Ibunya mengalami gangguan kejiwaan dan sang ayah sakit-sakitan. Mereka tinggal di rumah bilik dengan lantai tanah yang dipenuhi kotoran ayam—diduga sebagai sumber infeksi. Saat ditemukan oleh relawan sosial, Raya dalam kondisi kritis dan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Tim medis mengeluarkan cacing seberat hampir 1 kilogram dari tubuhnya. Hasil CT Scan bahkan menunjukkan parasit telah menyebar ke otaknya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyayangkan minimnya peran posyandu dan tenaga kesehatan desa. “Kami akan evaluasi dan beri tindakan bagi pihak yang lalai. Ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

Kini, keluarga Raya telah dievakuasi untuk mendapat penanganan medis, karena turut mengidap penyakit seperti tuberkulosis. Tragedi ini membuka mata bahwa cacingan bukan masalah kecil, dan butuh intervensi menyeluruh. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Automotif, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww