Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
13 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mahasiswa Teriakkan “Indonesia Sold Out” di Depan DPR, Kritik Ketimpangan Akses Pendidikan

Mahasiswa Teriakkan “Indonesia Sold Out” di Depan DPR, Kritik Ketimpangan Akses Pendidikan
Jum'at, 22 Agustus 2025 11:15 WIB

JAKARTA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (Gemarak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025) sore. Mereka menyoroti mahalnya biaya pendidikan dan kepemilikan aset negara yang makin dikuasai swasta.

Massa membawa spanduk besar bertuliskan “Indonesia Sold Out” dan mengibarkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera One Piece, sebagai simbol protes terhadap hilangnya kedaulatan rakyat.

“Negara ini dijual pelan-pelan. Pendidikan sudah dikapitalisasi. Kami tidak ingin masa depan ditentukan oleh siapa yang punya uang,” teriak orator dari atas mobil komando.

Aksi ini juga menyoroti persoalan penguasaan aset negara oleh segelintir elite ekonomi. Mereka mendesak DPR untuk kembali berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan korporasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan 1.145 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi. Ia memastikan polisi bertugas untuk melayani, bukan menghadapi massa.

“Kami tidak bersenjata. Pendekatan kami persuasif dan humanis,” tegasnya. Ia juga mengimbau massa untuk menjaga ketertiban, tidak membakar ban atau merusak fasilitas publik.

Hingga sore, massa mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk UPN Veteran Jakarta, terus berdatangan. Aksi berlangsung damai dan dipenuhi orasi-orasi yang mengkritik arah kebijakan negara.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tvonenews.com
Kategori:Voli, Metropolitan, Umum, DKI Jakarta
wwwwww