Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Demo DPR Ricuh Tanpa Komando, Pimpinan DPR Pertanyakan Siapa Dalangnya

Demo DPR Ricuh Tanpa Komando, Pimpinan DPR Pertanyakan Siapa Dalangnya
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).
Selasa, 26 Agustus 2025 20:43 WIB

JAKARTA – Aksi demonstrasi penolakan tunjangan anggota dewan di Gedung DPR RI, Senin (25/8/2025), masih meninggalkan tanda tanya besar. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengaku bingung karena aksi yang berujung ricuh itu tidak memiliki perwakilan massa yang bisa diajak berdialog.

Ia mengatakan, DPR sudah berkoordinasi dengan aparat pengendali keamanan untuk mencari siapa sosok yang bisa mewakili ribuan orang di lapangan. Namun, hasilnya nihil. "Ini siapa yang mau berbicara, misalkan perwakilan segala macam. Kami kemarin menerima jawaban bahwa di awal-awal itu kan tidak ada perwakilan yang meng-organize ini kan," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (26/8/2025).

Cucun menilai aksi kemarin berbeda dengan demonstrasi yang biasa digelar badan eksekutif mahasiswa (BEM) maupun serikat buruh. "Beda kalau misalkan demonya ini mahasiswa dari BEM mana atau dari serikat buruh mana. Kita melakukan komunikasi siapa yang diterima," tuturnya.

Ia menyebut DPR sejatinya memiliki Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) sebagai saluran resmi untuk menerima kritik publik. "Di sini kan sudah ada badan aspirasi BAM, nanti BAM yang akan nerima. Secara otomatis kalau BAM kan stand by di sini. Untuk mereka meng-accept semua apa yang menjadi aspirasi-aspirasi," jelasnya. 

Namun, aksi yang dimulai siang hari itu justru berubah menjadi kerusuhan di sejumlah titik. Di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, oknum massa diduga membakar motor warga serta kendaraan milik polisi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan motor Patwal terbakar hebat dan dibiarkan meledak.

“Ini ada kerusakan kendaraan bermotor milik polisi teman-teman. Bahaya, bahaya bisa meledak ini bang. Ini motor Patwal habis dibakar,” terdengar suara seorang pria dalam video. 

Tak berhenti di situ, beberapa pengendara yang melintas diduga menjadi korban pemukulan. Motor mereka bahkan ikut diseret dan dibakar massa. "Aksi massa pada malam hari ini tidak hanya melakukan pelemparan bambu, batu, botol tetapi juga melakukan bakar-bakar," terdengar suara lain di rekaman.

Di depan Gedung DPR, massa juga merusak fasilitas umum, termasuk meja administrasi di pintu masuk yang dilindungi kaca. Aparat keamanan DPR bersama TNI/Polri akhirnya turun tangan untuk memadamkan api dan mengunci gerbang dengan rantai.

Ricuhnya aksi tanpa komando ini kini menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya pihak yang menggerakkan massa hingga meluas ke berbagai titik di Jakarta? ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww