Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Polisi Telusuri Penyebaran Foto Asusila Pelajar Cirebon, Korban Mulai Melapor

Polisi Telusuri Penyebaran Foto Asusila Pelajar Cirebon, Korban Mulai Melapor
Ilustrasi edit foto asusila
Selasa, 26 Agustus 2025 14:11 WIB

JAKARTA – Kasus edit foto asusila yang melibatkan sejumlah pelajar di Kota Cirebon semakin menyita perhatian. Hingga Senin (25/8/2025), satu korban resmi melapor ke Polres Cirebon Kota, sementara beberapa korban lain menyatakan siap menyusul.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri Ameli Putra, menjelaskan pihaknya mulai menyelidiki setelah mendapat informasi dari media pada Jumat (21/8/2025) malam. Menurutnya, meski baru satu laporan masuk, polisi sudah menerima kedatangan sejumlah korban lain.

"Sudah ada laporan resmi yang kami terima. Beberapa korban lain masih terkendala jadwal sekolah dan les, tapi mereka sudah menyampaikan niat melapor," kata Fajri.

Ia menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pelaku karena dugaan keterlibatan berbeda-beda. Ada yang terkait produksi, penyebaran, hingga penyimpanan konten bermuatan pornografi tersebut. Barang bukti yang dikantongi polisi menunjukkan foto hasil editan, di mana wajah korban ditempelkan pada tubuh lain dengan pose terbuka.

Kasus ini turut ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cirebon. Mereka memediasi pertemuan antara keluarga korban dan keluarga terduga pelaku. Suasana memanas ketika pihak keluarga korban menolak penyelesaian secara kekeluargaan, meski keluarga pelaku telah meminta maaf.

"Kami menerima permintaan maaf, tapi kasus ini harus tetap diproses hukum," tegas salah satu orang tua korban.

Polisi menegaskan pintu pelaporan masih terbuka bagi korban lain yang merasa dirugikan. Penyelidikan pun akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:PON, Beladiri
wwwwww