Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Beladiri

Sengketa Batas RI–Timor Leste Memanas, Warga NTT Jadi Korban Tembakan di Perbatasan

Sengketa Batas RI–Timor Leste Memanas, Warga NTT Jadi Korban Tembakan di Perbatasan
Polda NTT melakukan perlindungan warga negara Indonesia di perbatasan setelah penembakan oleh aparat Timor Leste. Koordinasi dilakukan guna meredam ketegangan.
Rabu, 27 Agustus 2025 09:30 WIB

KUPANG – Suasana tegang mewarnai perbatasan Indonesia–Timor Leste setelah seorang warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), tertembak aparat Timor Leste. Kejadian itu dipicu pemasangan patok batas negara yang diprotes warga setempat karena dianggap masuk ke wilayah RI.

Korban bernama Paulus Oki (57) terkena tembakan saat berupaya menolak pembangunan patok di Tapal Batas 36, Senin (25/8) pagi. Menurut keterangan Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, tujuh anggota Polisi Perbatasan Timor Leste (Unidade De Patrulhamento Da Fronteira atau UPF) datang dengan senjata laras panjang dan melepaskan tembakan ke arah warga.

“Warga Indonesia yang berjumlah 24 orang melakukan perlawanan dengan melempar batu dan membawa parang setelah aparat UPF menembak,” kata Eliana, Selasa (26/8/2025).

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, terdengar delapan kali letusan senjata api. Tim Inafis Polres TTU yang melakukan olah TKP menemukan delapan kelongsong peluru dan satu proyektil senjata laras panjang.

Kepolisian Daerah (Polda) NTT menegaskan bahwa langkah utama saat ini adalah melindungi masyarakat di sekitar perbatasan. “Keselamatan warga menjadi prioritas. Kami juga memberikan pendampingan medis terhadap korban,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Untuk meredam ketegangan, Polres TTU bersama Satgas Pamtas RI–RDTL melakukan pendekatan persuasif dan mengimbau warga agar sementara waktu tidak beraktivitas di area sengketa. “Kami hadir mendengar keluh kesah masyarakat, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak terkait,” tambah Henry.

Situasi sempat memanas, namun aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satgas Pamtas berhasil mengendalikan keadaan sekitar pukul 16.10 WITA. Saat ini, koordinasi lintas lembaga terus dilakukan, termasuk dengan pemerintah daerah, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), hingga Konsulat RI di Oecusse.

Kasus penembakan ini menambah sensitifitas hubungan kedua negara, sekaligus menegaskan rentannya warga perbatasan yang sering menjadi pihak paling terdampak dalam konflik tapal batas. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Olympic, Voli, Basket, Beladiri, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur
wwwwww