Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Massa Ngamuk, Hujani Batu ke Markas Brimob Kwitang Senen

Massa Ngamuk, Hujani Batu ke Markas Brimob Kwitang Senen
Suasana di depan markas Brimob Kwitang Senin. (Ist)
Kamis, 28 Agustus 2025 23:58 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Pada hari Kamis (28/8/2025) hingga pukul 23.30 terpantau massa masih berdatangan ke Markas Brimob Polda Metro Jaya yang berada di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Massa menghujani markas dengan batu. Para anggota Brimob terpaksa mundur karena situasi tidak terkendali. Massa yang didominasi sejumlah driver ojek online (ojol) ini imbas dari seorang pengemudi ojol ditabrak kendaraan taktis barakuda.

"Hingga detik ini kawan-kawan masih ada yang di Brimob, ada yang merapat di Mako Brimob, di Kwitang,"

Mereka sih mendesak agar pihak kepolisian khususnya Brimob untuk bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto kepada wartawan di Jakarta.

Polisi juga terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengurai massa yang kerap melempar batu.

Kasus ini bermula usai viral di media sosial rekaman mengerikan saat kendaraan atau mobil rantis Brimob Polri menabrak dan melindas pengemudi ojol saat membubarkan massa aksi di kawasan Pejompongan.

Mobil Rantis Brimob Polri berwarna hitam itu justru melaju kencang sambil menyalakan sirine ke arah pendemo yang langsung berhamburan.

Saat melaju kencang, ada salah seorang pengemudi ojol yang terlihat tertinggal oleh rombongan dan sempat menjauh namun menjadi korban tabrakan.

Bukannya memundurkan kendaraan, mobil itu justru melaju terus dan memilih melindas driver ojol.

Alhasil, ratusan massa yang geram melihat kejadian itu lalu mengejar mobil tersebut serta mencoba memukuli serta melemparinya dengan batu, bambu dan lainnya. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww