Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Nasional

BIN Kebobolan?

BIN Kebobolan?
Pakar hukum tata negara, Tomu Pasaribu. (Ist)
Selasa, 02 September 2025 08:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Pakar hukum tata negara, Tomu Pasaribu, menyoroti kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) yang dinilai gagal menjalankan fungsi deteksi dini terkait aksi demonstrasi yang berujung ricuh baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Tompas ini menilai, lembaga intelijen tersebut kebobolan sehingga tidak mampu mengantisipasi potensi kerusuhan.

 
"BIN mestinya sudah bisa mendeteksi jauh hari, bahkan mendekati tokoh-tokoh yang akan menggerakkan massa. Tapi faktanya, demo jadi liar setelah acara selesai. Itu bukti fungsi intelijen tidak berjalan," kata Tompas, Senin (1/9/2025).
 
Menurut Tompas, BIN seharusnya memberikan masukan strategis kepada Presiden agar kegiatan yang berpotensi memicu protes dapat diantisipasi atau ditunda. Absennya langkah tersebut menunjukkan lemahnya peran intelijen dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
 
Lebih lanjut, Tomu juga menyoroti kondisi internal BIN yang dinilainya semakin jauh dari profesionalisme. Ia menuding lembaga itu lebih sibuk dengan urusan politik maupun proyek, ketimbang fokus pada tugas utama sebagai penjaga keamanan negara.
 
"Intelijen bukan untuk nebak-nebak. Seharusnya jelas, siapa tokohnya, apa agendanya, dan bagaimana menghadapinya? Kalau sibuk urusan lain, ya akhirnya ketiduran," sindirnya.
 
Tompas mengingatkan, kegagalan intelijen dalam membaca peta situasi bisa membuat aksi-aksi massa ke depan semakin sulit dikendalikan. Untuk itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap jajran dan kinerja BIN.
 
Kemudian, perlu juga dilakukan investigasi terkait pola komunikasi anatara BIN dengan Polri dan TNI. Jangan sampai, ada fungsi komunikasi dan koordinasi yang tidak berjalan baik.
 
"Kalau dari awal salah membaca, seterusnya akan kebablasan. Itu berbahaya bagi negara," pungkas Tompas. ***

Kategori:Nasional
wwwwww