Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  SEA Games

Direktur Eksekutif KP3I Sebut Jakarta Jadi Barometer, Ingatkan Bahaya Agenda Terselubung

Direktur Eksekutif KP3I Sebut Jakarta Jadi Barometer, Ingatkan Bahaya Agenda Terselubung
Direktur Eksekutif KP3-I, Tomu Pasaribu. (Ist)
Selasa, 02 September 2025 07:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Direktur Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tomu Pasaribu mengingatkan potensi adanya agenda terselubung karena Jakarta menjadi barometer.

Tom menjelaskan, apabila aksi tidak dilakukan secara tertib bahkan cenderung anarkis, maka aksi tersebut patut dicurigai.

 
"Jika mereka mau menyisir dan melakukan aksi demo kembali berarti ada agenda terselubung. Silakan saja menyampaikan aspirasi, mengkritik apapun jika menurut mereka ada yang tidak benar, tapi tetap tidak boleh anarkis," kata Tom, Selasa (2/9/2025).
 
Ia menambahkan bahwa selama ini aspirasi masyarakat sudah mendapat ruang melalui Legislatif dan Eksekutif, sehingga aksi anarkis seharusnya tidak perlu terjadi.
 
"Aspirasi selama ini sudah ditampung, tinggal menunggu dijalankan apa tidak," tegasnya.
 
Menurut aktivis yang tergabung dalam Pandawa Lima tersebut menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih tergolong transparan dan tidak melakukan kebijakan yang membebani rakyat, berbeda dengan beberapa daerah lain.
 
"Semua tergantung tentu pada besaran postur APBD dan kemampuan keuangan daerah," ucapnya.
 
Lebih lanjut, Tom mengingatkan bahwa Jakarta memiliki posisi strategis sebagai barometer nasional sekaligus pusat pemerintahan.
 
“Bahwasanya Jakarta ini barometer, Gubernur DKI itu tugas dan tanggungjawabnya cukup besar. Di samping ibukota negara, ibukota negara ini menjadi pemerintahan Republik Indonesia ini ibukota masih ibukota. Jadi kalau memang ada anarkis kita bertanya, ada agenda terselubung yang lebih jahat," pungkas Tom. ***

wwwwww