Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Automotif

Dugaan Ompreng MBG Pakai Minyak Babi, BGN Janji Ganti Semua Peralatan

Dugaan Ompreng MBG Pakai Minyak Babi, BGN Janji Ganti Semua Peralatan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Rabu, 03 September 2025 16:30 WIB

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan mengganti seluruh wadah makan atau ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika terbukti mengandung minyak babi. Kepastian ini disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, di tengah ramainya sorotan publik terkait asal-usul peralatan makan impor tersebut.

"Ya tentu saja (diganti semua). Kita harus check and recheck, benar atau tidak ya kan. Sejauh ini kan semua sudah digunakan," kata Dadan, Senin (1/9/2025).

Pemeriksaan tengah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Isu ini mencuat setelah laporan investigasi Indonesia Business Post menemukan dugaan penggunaan minyak babi (lard) sebagai pelumas dalam proses produksi ompreng di Chaoshan, China. 

Temuan lain menyebut adanya dugaan pemalsuan label Made in Indonesia serta logo SNI pada produk yang sesungguhnya diproduksi di luar negeri. Bahkan sebagian ompreng disebut menggunakan tipe baja tahan karat 201 yang berpotensi berbahaya bila dipakai untuk makanan asam karena kandungan mangan tinggi. 

Menanggapi hal tersebut, Dadan menegaskan pengadaan ompreng MBG dilakukan oleh mitra vendor, bukan langsung oleh BGN. "Perlu diketahui, itu seluruhnya adalah mitra yang melakukan pembelian. BGN belum melakukan satu pun. Jadi kita akan cek semua," ujarnya.

Sementara itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) sudah menetapkan SNI 9369:2025 sebagai acuan untuk wadah makanan berbahan baja tahan karat dalam Program MBG. Tidak semua jenis baja tahan karat bisa digunakan, melainkan harus sesuai dengan spesifikasi yang aman untuk makanan.

Di tengah kontroversi ini, publik menunggu hasil uji resmi BPOM. Sebab, isu keterlibatan minyak babi dalam peralatan makan program pemerintah berpotensi mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG yang baru saja berjalan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Voli, Automotif, DKI Jakarta
wwwwww