Ekonom dan Politisi Senior Arif Budimanta Tutup Usia, Jejak Panjang di Politik dan Akademisi
![]() |
| Arif Budimanta Sebayang, ekonom sekaligus Staf Khusus Bidang Ekonomi Presiden ke-7 RI Joko Widodo. |
JAKARTA – Dunia politik dan ekonomi Indonesia kehilangan salah satu tokohnya. Arif Budimanta Sebayang, ekonom sekaligus Staf Khusus Bidang Ekonomi Presiden ke-7 RI Joko Widodo, meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2025) pukul 00.06 WIB di Jakarta.
Kabar duka itu disampaikan langsung oleh keluarga. Jenazah disemayamkan di rumah duka kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
“Mohon doa agar beliau diampuni segala dosa, dilapangkan kuburnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” demikian pernyataan pihak keluarga.
Arif Budimanta lahir di Medan, Sumatra Utara, 15 Maret 1968. Perjalanan hidupnya penuh dengan peran di bidang politik, akademisi, hingga organisasi masyarakat. Ia pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2009–2014 dari PDI Perjuangan, Ketua DPP PDIP (2005–2010), hingga Wakil Ketua Fraksi PDIP di MPR (2009–2013).
Selain karier politik, Arif aktif sebagai akademisi dan penulis. Sejumlah buku lahir dari tangannya, di antaranya Indonesia Masa Kini, Masa Depan dalam Membangun Kemandirian Indonesia (1994), hingga Corporate Social Responsibility: Jawaban bagi Model Pembangunan di Indonesia Masa Kini (2004).
Arif juga tercatat sebagai dosen Magister Keuangan Syariah ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Di kancah internasional, ia memperdalam ilmu keuangan di University of Chicago, Harvard Business School, dan mengikuti program ASEAN-ROK Next Generation Opinion Leaders.
Pada 2019, Presiden Jokowi menunjuk Arif sebagai salah satu staf khusus presiden bidang ekonomi. Ia dipercaya memberikan masukan strategis, termasuk dalam isu ekonomi syariah dan pembangunan inklusif. Atas kiprahnya, pada 2024 ia menerima penghargaan Bintang Jasa Pratama dari Presiden Jokowi.
Meski aktif di dunia akademik dan politik, nama Arif sempat muncul di publik saat dipanggil KPK pada April 2025 sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Namun, keterangannya saat itu sebatas dimintai klarifikasi penyidik.
Kini, kepergian Arif Budimanta meninggalkan jejak panjang dedikasi di dunia politik, akademik, dan gagasan ekonomi nasional. Doa dari kolega, murid, hingga masyarakat terus mengalir untuk almarhum. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | PON, DKI Jakarta |













