Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Menang 5-0 Atas Makau, Indonesia U-23 Jaga Asa ke Putaran Final

Menang 5-0 Atas Makau, Indonesia U-23 Jaga Asa ke Putaran Final
Selebrasi Zanadin Fariz dalam laga Kualifikasi Piala Asia U23 2026 antara Timnas U23 Indonesia vs Makau di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (6/9/2025).
Minggu, 07 September 2025 05:00 WIB

SIDOARJO – Timnas Indonesia U-23 meraih kemenangan telak 5-0 atas Makau dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut kemenangan itu penting, namun bukan titik akhir perjuangan Garuda Muda.

“Tiga poin ini modal yang bagus, tapi ujian terberat tetap melawan Korea Selatan,” kata Erick seusai laga di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu malam (6/9/2025).

Tambahan poin ini menempatkan Indonesia di posisi kedua Grup J dengan empat poin, masih terpaut dua angka dari Korea Selatan yang memimpin klasemen sementara dengan enam poin. 

Erick menilai kemenangan besar tidak boleh membuat tim terlena. Ia menekankan pentingnya sistem kepelatihan berjenjang yang sedang dibangun PSSI agar prestasi timnas tidak bersifat instan.

“Kami sudah kontrak direktur teknik empat tahun dan pelatih dua tahun, supaya pola permainan tim konsisten,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa visi jangka panjang PSSI tetap Olimpiade 2028. Karena itu, hasil di Piala Asia U-23 kali ini lebih dilihat sebagai bagian dari proses. “Kita harus sabar, ini perjalanan panjang dengan risiko yang pasti ada,” ucapnya.

Sementara itu, timnas senior Indonesia dijadwalkan menghadapi Lebanon dalam laga uji coba internasional. Erick berharap uji coba tersebut bisa memberi evaluasi berharga menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww