Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Isolasi Informasi di Lingkar Istana, Prabowo Kecolongan Soal Kerusuhan

Isolasi Informasi di Lingkar Istana, Prabowo Kecolongan Soal Kerusuhan
Presiden Prabowo Subianto
Senin, 08 September 2025 19:10 WIB

JAKARTA – Ricuh demonstrasi akhir Agustus 2025 yang berujung pada tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, menyisakan cerita di lingkar kekuasaan. Presiden Prabowo Subianto disebut baru mengetahui adanya korban sehari setelah peristiwa, akibat laporan yang tidak sesuai kondisi lapangan dan dugaan isolasi informasi dari orang dekatnya.

Pada Kamis malam (28/8/2025), Affan tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob dalam pembubaran massa di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Namun, Prabowo baru mendapat laporan pada Jumat pagi (29/8/2025). Saat itu, kerusuhan sudah terlanjur merembet ke berbagai kota.

Menurut dua pejabat Istana, laporan Badan Intelijen Negara (BIN) sebelumnya menyebut aksi sejak 25 Agustus berlangsung aman. Perbedaan fakta di lapangan membuat Presiden disebut sempat menegur Kepala BIN Muhammad Herindra dalam pertemuan di Istana Negara, Ahad (31/8/2025). 

Teguran itu kabarnya menyinggung pula soal kenaikan pangkat Herindra. Namun, ia membantah keras. “Salah,” tulis Herindra dalam pesan singkat pada Jumat (5/9/2025). 

Selain soal intelijen, pejabat pemerintah lainnya menyebut informasi soal eskalasi demo juga ditahan oleh orang-orang dekat Presiden. Hal inilah yang menyebabkan Prabowo terlambat menyadari dampak besar demonstrasi. 

Kondisi itu membuat Presiden panik. Di lingkar Istana, sempat muncul wacana penerapan darurat militer serta perdebatan soal sikap terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Rangkaian peristiwa di balik layar ini dipaparkan dalam laporan majalah Tempo edisi 7 September 2025 bertajuk “Tarik Menarik Darurat Militer Meredam Demonstrasi Pembubaran DPR”. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww