Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Basket

Chaos Politik Nepal, Generasi Z Paksa Elite Lengser, Militer Bergerak

Chaos Politik Nepal, Generasi Z Paksa Elite Lengser, Militer Bergerak
Presiden Nepal Ram Chandra Poudel mengundurkan diri beberapa jam setelah PM KP Sharma Oli mundur, menjadikan negara Asia Selatan itu berdiri tanpa pemimpin.
Rabu, 10 September 2025 10:05 WIB

JAKARTA – Gelombang protes besar-besaran di Nepal berujung pada gejolak politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam hitungan jam, dua pucuk pimpinan negara, Presiden Ram Chandra Poudel dan Perdana Menteri KP Sharma Oli, mengumumkan pengunduran diri, Selasa (9/9/2025).

Keputusan ini meninggalkan Nepal tanpa kendali eksekutif di tengah situasi yang kian tak terkendali. News18 melaporkan, militer mulai mengambil peran lebih besar, bahkan mengevakuasi sejumlah menteri ke barak menggunakan helikopter. Panglima Militer, Ashok Raj Sigdel, dikabarkan segera mengumumkan langkah berikutnya.

Amarah demonstran yang didominasi generasi muda semakin memuncak setelah pemerintah dianggap gagal menanggapi tuntutan antikorupsi. Aksi blokir puluhan aplikasi media sosial justru memperburuk keadaan, memicu kerusuhan meluas hingga mengakibatkan 19 orang tewas dan ratusan terluka.

Rumah dinas Presiden Poudel, kediaman PM Oli, hingga rumah beberapa menteri menjadi sasaran amuk massa. Pembakaran, penjarahan, dan perusakan mewarnai aksi yang awalnya berlangsung damai.

Di Kathmandu, Gedung Parlemen diperketat dengan pengamanan berlapis, mencerminkan kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan. Pejabat senior keamanan menegaskan langkah ini untuk mencegah negara terjerumus lebih dalam ke dalam kekacauan.

Kekosongan kursi Presiden dan Perdana Menteri memunculkan spekulasi soal masa depan Nepal. Apakah negeri di kaki Himalaya itu akan menuju pemerintahan sipil transisi, atau justru masuk ke fase baru di bawah kendali militer?. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Basket
wwwwww