Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
14 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Olympic

Dari Mobil Dibobol hingga WhatsApp Diserang, Imparsial Pertanyakan Motif Serangan

Dari Mobil Dibobol hingga WhatsApp Diserang, Imparsial Pertanyakan Motif Serangan
Direktur Imparsial Ardi didampingi oleh kuasa hukumnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.
Rabu, 10 September 2025 05:39 WIB

JAKARTA – Insiden pembobolan mobil milik Direktur Imparsial, Ardi, menimbulkan tanda tanya besar. Peristiwa yang terjadi di kawasan Jatiasih, Bekasi, Senin (8/9/2025) malam, tidak sekadar pencurian biasa. Pasalnya, barang-barang berharga di dalam mobil tetap utuh, sementara tas berisi dokumen kegiatan lembaga justru raib.

Ardi menjelaskan, mobilnya dibobol saat ia singgah makan di sebuah rumah makan di Jalan Wibawa Mukti. Ia hanya meninggalkan kendaraan sekitar 25 menit, namun saat kembali kaca mobil sudah pecah. "Yang hilang hanya dokumen aktivitas Imparsial. Spion, dompet, dan barang berharga lain tetap ada," katanya di Polda Metro Jaya, Selasa (9/9/2025). 

Laporan resmi pun dibuat dengan nomor LP/B/6318/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Ardi menduga kasus ini bukan sekadar pencurian acak. Ia mengaitkannya dengan kerja-kerja Imparsial yang belakangan aktif mengadvokasi korban demonstrasi.

“Kami khawatir dokumen itu bisa berguna bagi pihak-pihak yang ingin melemahkan kerja-kerja kami,” ujarnya. 

Kecurigaan Ardi kian kuat karena sebelumnya ia juga mengalami serangan digital. Akun WhatsApp miliknya diretas pada 20 dan 28 Agustus 2025, bertepatan dengan memanasnya situasi pasca-demonstrasi akhir bulan lalu. 

Pihak rumah makan tempat kejadian mengaku baru pertama kali mendapati kasus pembobolan mobil. Namun, minimnya pengawasan membuat Ardi ragu kejadian ini bisa diusut cepat. "Saya tanya ke pihak rumah makan, ternyata mereka tidak punya CCTV. Sedangkan CCTV terdekat jaraknya cukup jauh," ungkapnya.

Ardi berharap kepolisian bisa mengusut kasus ini secara serius, mengingat pola serangan yang berulang. “Kami perlu mendesak kepolisian untuk mengungkap motif di balik kejadian ini, apalagi muncul di momen-momen tertentu,” tegasnya.

Insiden ini menambah catatan panjang serangan terhadap aktivis dan lembaga advokasi. Bagi Imparsial, hilangnya dokumen penting dan serangan digital bukan hanya soal kerugian pribadi, tetapi juga mengancam ruang kerja organisasi masyarakat sipil. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww