Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pengamat Terorisme Ungkap Dugaan CIA Awasi Dinamika Politik Indonesia

Pengamat Terorisme Ungkap Dugaan CIA Awasi Dinamika Politik Indonesia
Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan. (Dok YouTube Deddy Corbuzier)
Rabu, 10 September 2025 07:45 WIB

JAKARTA – Isu keterlibatan asing dalam kericuhan demonstrasi akhir Agustus kembali mencuat setelah pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menyampaikan dugaan adanya jejak CIA dalam dinamika politik nasional.

Dalam obrolan bersama Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025), Ulta mengungkap sebuah cerita yang ia dengar langsung dari seorang menteri. Menteri itu pernah mengaku didatangi Deputi CIA dan diajak makan siang. Dalam pertemuan tersebut, pejabat CIA itu disebut berterima kasih karena Indonesia tidak jadi bergabung dengan BRICS.

“Deputi CIA mengucapkan terima kasih karena Presiden Jokowi urung masuk BRICS. Itu saya dengar langsung dari seorang menteri,” kata Ulta.

Ulta menegaskan bahwa soal kebenaran cerita tersebut bisa diperdebatkan, tetapi ia menangkap jelas pesannya. “Masalah menteri itu bohong atau tidak, itu lain. Tapi saya mendengarnya sendiri,” ujarnya.

Menariknya, ketika Ulta bertanya bagaimana CIA bisa mengetahui siapa yang memengaruhi keputusan politik penting di Indonesia, jawaban sang menteri cukup lugas: semua pergerakan pejabat di negeri ini selalu diawasi.

“Semua urusan kita di-surveillance, dipantau mereka, baik di dalam maupun luar negeri,” ucap Ulta menirukan jawaban itu. 

Pernyataan Ulta membuka ruang spekulasi baru bahwa ricuhnya demo akhir Agustus mungkin tidak sepenuhnya persoalan domestik. Isu BRICS dan kepentingan geopolitik global bisa saja berkelindan, sehingga demonstrasi menjadi arena tarik-menarik pengaruh kekuatan besar dunia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww