Pengamat Terorisme Ungkap Dugaan CIA Awasi Dinamika Politik Indonesia
![]() |
| Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan. (Dok YouTube Deddy Corbuzier) |
JAKARTA – Isu keterlibatan asing dalam kericuhan demonstrasi akhir Agustus kembali mencuat setelah pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menyampaikan dugaan adanya jejak CIA dalam dinamika politik nasional.
Dalam obrolan bersama Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025), Ulta mengungkap sebuah cerita yang ia dengar langsung dari seorang menteri. Menteri itu pernah mengaku didatangi Deputi CIA dan diajak makan siang. Dalam pertemuan tersebut, pejabat CIA itu disebut berterima kasih karena Indonesia tidak jadi bergabung dengan BRICS.
“Deputi CIA mengucapkan terima kasih karena Presiden Jokowi urung masuk BRICS. Itu saya dengar langsung dari seorang menteri,” kata Ulta.
Ulta menegaskan bahwa soal kebenaran cerita tersebut bisa diperdebatkan, tetapi ia menangkap jelas pesannya. “Masalah menteri itu bohong atau tidak, itu lain. Tapi saya mendengarnya sendiri,” ujarnya.
Menariknya, ketika Ulta bertanya bagaimana CIA bisa mengetahui siapa yang memengaruhi keputusan politik penting di Indonesia, jawaban sang menteri cukup lugas: semua pergerakan pejabat di negeri ini selalu diawasi.
“Semua urusan kita di-surveillance, dipantau mereka, baik di dalam maupun luar negeri,” ucap Ulta menirukan jawaban itu.
Pernyataan Ulta membuka ruang spekulasi baru bahwa ricuhnya demo akhir Agustus mungkin tidak sepenuhnya persoalan domestik. Isu BRICS dan kepentingan geopolitik global bisa saja berkelindan, sehingga demonstrasi menjadi arena tarik-menarik pengaruh kekuatan besar dunia. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | gelora.co |
| Kategori | : | Metropolitan, DKI Jakarta |













