Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
22 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  PON

Menkeu Purbaya: Tak Ada Lagi Anggaran Mengendap, Semua Harus untuk Rakyat

Menkeu Purbaya: Tak Ada Lagi Anggaran Mengendap, Semua Harus untuk Rakyat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengacungkan jempol usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Jum'at, 12 September 2025 20:42 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah tidak akan membiarkan anggaran mengendap di akhir tahun. Dana yang tak terserap akan segera digeser untuk memperkuat program prioritas dalam paket stimulus ekonomi.

“Kalau ada pos anggaran yang diprediksi tidak terserap, akan langsung kami geser ke program yang lebih siap. Targetnya jelas: uang negara harus benar-benar digunakan untuk rakyat,” ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (12/9/2025).

Untuk memastikan program berjalan cepat, pemerintah membentuk tim akselerasi pembangunan. Purbaya menekankan, stimulus ini tidak hanya untuk mendorong pemulihan jangka pendek, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi jangka panjang. “Saya ingin akhir tahun nanti semua anggaran terpakai secara efektif. Tidak boleh ada sisa berlebihan seperti sebelumnya,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan stimulus ekonomi mencakup delapan program utama dan empat tambahan. Salah satunya adalah program magang berbayar untuk lulusan baru agar lebih cepat terserap dunia kerja.

Selain itu, insentif pajak ditanggung pemerintah (DTP) kini diperluas dari industri padat karya ke sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka). Program bantuan pangan juga diperpanjang tiga bulan, sementara perlindungan sosial diperluas ke pekerja lepas dan pengemudi ojek daring dengan skema sebagian iuran ditanggung negara.

BPJS Ketenagakerjaan juga akan menyalurkan fasilitas pembiayaan perumahan, renovasi, hingga kepemilikan rumah bagi pekerja. Di sektor perhubungan dan perumahan, pemerintah menyiapkan program cash for work untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Langkah ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat, memberi kepastian bagi pelaku usaha, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan setiap rupiah anggaran tidak terbuang percuma. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:PON, Nasional, Voli, Ekonomi, KONI
wwwwww