Menkeu Purbaya: Tak Ada Lagi Anggaran Mengendap, Semua Harus untuk Rakyat
![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengacungkan jempol usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). |
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah tidak akan membiarkan anggaran mengendap di akhir tahun. Dana yang tak terserap akan segera digeser untuk memperkuat program prioritas dalam paket stimulus ekonomi.
“Kalau ada pos anggaran yang diprediksi tidak terserap, akan langsung kami geser ke program yang lebih siap. Targetnya jelas: uang negara harus benar-benar digunakan untuk rakyat,” ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (12/9/2025).
Untuk memastikan program berjalan cepat, pemerintah membentuk tim akselerasi pembangunan. Purbaya menekankan, stimulus ini tidak hanya untuk mendorong pemulihan jangka pendek, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi jangka panjang. “Saya ingin akhir tahun nanti semua anggaran terpakai secara efektif. Tidak boleh ada sisa berlebihan seperti sebelumnya,” tegasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan stimulus ekonomi mencakup delapan program utama dan empat tambahan. Salah satunya adalah program magang berbayar untuk lulusan baru agar lebih cepat terserap dunia kerja.
Selain itu, insentif pajak ditanggung pemerintah (DTP) kini diperluas dari industri padat karya ke sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka). Program bantuan pangan juga diperpanjang tiga bulan, sementara perlindungan sosial diperluas ke pekerja lepas dan pengemudi ojek daring dengan skema sebagian iuran ditanggung negara.
BPJS Ketenagakerjaan juga akan menyalurkan fasilitas pembiayaan perumahan, renovasi, hingga kepemilikan rumah bagi pekerja. Di sektor perhubungan dan perumahan, pemerintah menyiapkan program cash for work untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Langkah ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat, memberi kepastian bagi pelaku usaha, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan setiap rupiah anggaran tidak terbuang percuma. ***












