Tiga Kelurahan di Solo Deklarasi Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas
![]() |
| Deklarasi Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas di Solo. (Ist) |
Jum'at, 19 September 2025 20:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
SURAKARTA- Kolaborasi Yayasan KAKAK, Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Surakarta (Solo), Pemerintah Kelurahan, Kampung Bebas Asap Rokok dan Pemuda Penggerak dari tiga kelurahan di Kota Surakarta mendeklarasikan Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas.
Deklarasi ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes dan obesitas yang kini mulai banyak dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Melalui deklarasi ini, warga kampung dari tiga Kelurahan di Kota Surakarta bersepakat untuk melaksanakan empat program prioritas.
Pertama, menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi dan menyediakan makanan bergizi sebagai upaya pencegahan diabetes dan obesitas.
Kedua, mengurangi konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) di lingkungan kampung.
Ketiga, menghapus segala bentuk promosi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan di wilayah kampung.
Keempat, mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah dan pusat terkait penerapan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan.
Ketua TP PKK Kota Surakarta Venessa Winatesia mengatakan, sangat dibutuhkan edukasi kepada orang tua sehingga bisa mendampingi anak untuk melindungi diri dari bahaya minuman berpemanis dalam kemasan.
"Kegiatan seminar dan deklarasi kampung sehat ini menjadi hal baik. Deklarasi kampung sehat tidak berhenti hari ini, tetapi menjadi gerakan sosial berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Solo," kata Venessa, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (19/9/2025).
Istri Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto ini mengajak warga menjadikan kampungnya sebagai Kampung Sehat.
"Saya ingin Kota Solo bisa menjadi menjadi role model kota-kota lain di Indonesia," tegasnya.
Ketua Forum Kesehatan Kelurahan Mojosongo, Doody menuturkan, deklarasi ini adalah langkah kecil, namun memiliki arti penting.
"Kami melibatkan banyak kader FKK dalam deklarasi ini agar sosialisasi MBDK senantiasa bisa ditekankan dalam forum di tingkat kelurahan," bebernya.
Mewakili Yayasan KAKAK, Shoim menyampaikan, Deklarasi ini menjadi gerakan masyarakat yang peduli kesehatan, khususnya kesehatan anak yang dalam masa tumbuh dan berkembang.
"Memberikan minuman sehat yang mendukung tumbuh kembang anak menjadi hal penting karena berdasarkan hasil riset KAKAK menunjukkan MBDK sangat dekat dan banyak dikonsumsi oleh anak, sementara orang tua justru memfasilitasi," ucapnya.
Menurutnya, deklarasi ini juga menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesehatan publik. Melalui kesadaran kolektif dan komitmen bersama, warga percaya dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.
"Meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat konsumsi MBDK perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo menjelaskan, produk dengan harga yang sangat terjangkau dan strategi promosi yang menyesatkan tidak boleh terus dibiarkan.
Untuk itu, lanjut Ari, FAKTA Indonesia bersama Koalisi Warga Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas Indonesia mendesak penerapan kebijakan fiskal berupa cukai MBDK serta kebijakan nonfiskal melalui label peringatan depan kemasan.
"Ini sebagai langkah nyata melindungi generasi Indonesia Emas tahun 2045 yang sehat dan berdaya saing," pungkas Ari. ***
| Kategori | : | Automotif, Jawa Tengah |













