Kilang Baru Tak Kunjung Jadi, Purbaya Sebut Pertamina Biarkan Negara Rugi
![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah melakukan konferensi pers APBN KiTa di kantornya, Jakarta, Senin (22/9/2025). (Foto: kompas.com/isna Rifka Sri rahayu) |
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melayangkan sindiran keras kepada PT Pertamina (Persero) yang dinilainya tidak serius membangun kilang minyak baru. Ia menilai kondisi ini membuat Indonesia terus bergantung pada impor BBM dengan subsidi energi yang semakin besar.
“Masalahnya bukan kita tidak bisa bangun, tapi Pertamina yang malas-malesan saja,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Rabu (1/10/2025).
Ia menekankan, impor BBM yang tinggi menyedot APBN hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. “Subsidi energi naik terus. Solar, diesel, kita impor puluhan miliar dolar setahun. Sudah berapa puluh tahun begini, tapi kilang baru tidak pernah dibangun,” ujarnya.
Purbaya mengingatkan janji lama Pertamina pada 2018 untuk membangun tujuh kilang dalam lima tahun. Faktanya, hingga tujuh tahun berselang, tak satu pun kilang terealisasi. Ia juga menyinggung tawaran investor China yang pernah siap membangun kilang dengan skema kepemilikan beralih ke Pertamina setelah 30 tahun. Tawaran itu ditolak dengan alasan kapasitas akan berlebih.
“Mereka bilang akan bangun tujuh kilang. Sampai sekarang tidak ada satu pun. Jadi tolong DPR juga ikut mengawasi, jangan dibiarkan,” tegas Purbaya.
Ia menambahkan, kebakaran di beberapa kilang Pertamina beberapa tahun terakhir justru memperlihatkan lemahnya manajemen perusahaan migas pelat merah itu.
Dalam APBN 2025, pemerintah sudah menganggarkan Rp498,8 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi. Hingga Agustus, realisasinya mencapai Rp218 triliun atau 43,7 persen dari pagu. Konsumsi BBM, LPG, listrik bersubsidi, dan pupuk juga terus meningkat.
Purbaya menegaskan, jika Pertamina tetap lamban, beban APBN akan semakin berat. “Kalau dibiarkan, negara rugi terus karena impor tidak berkurang,” pungkasnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Voli, DKI Jakarta |













