Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
13 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
17 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
9 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
Home  /  Berita  /  Voli

Pemangkasan Dana Transfer Pusat Bikin APBD DKI 2026 Terancam Turun Drastis

Pemangkasan Dana Transfer Pusat Bikin APBD DKI 2026 Terancam Turun Drastis
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin (foto: liputan6.com/winda nelfira)
Rabu, 01 Oktober 2025 08:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah pusat memangkas jatah dana transfer ke Provinsi DKI Jakarta. Akibatnya, rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang sebelumnya ditargetkan Rp95,35 triliun kini terancam anjlok hingga belasan triliun rupiah.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyebut Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi komponen yang paling terdampak. “DBH kita akan berubah sekitar Rp15 triliun, yang tersisa Rp11 triliun. Tentu ini akan mengubah postur angka yang sangat signifikan,” katanya, Selasa (30/9/2025). 

Padahal, DPRD dan Pemprov DKI sudah meneken Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan proyeksi APBD sebesar Rp95,35 triliun, naik 3,8 persen dari tahun sebelumnya. Namun dengan pemangkasan itu, APBD 2026 hanya akan berkisar Rp78–79 triliun. 

Khoirudin mengaku kondisi ini membuat pihaknya kebingungan karena belum pernah terjadi sebelumnya. “Kita sudah MoU dengan angka Rp95,3 triliun. Kalau melihat DBH hari ini, APBD kita sekitar Rp78 triliun atau Rp79 triliun. Jadi sangat jauh perubahannya,” ujarnya. 

Situasi tersebut memaksa DPRD menunda pembahasan sejumlah program prioritas, proyeksi pendapatan, hingga belanja daerah tahun depan. Untuk menghindari kesalahan langkah, pihaknya akan segera berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita tidak boleh menerka-menerka, tidak boleh melangkah sendiri tanpa panduan. Kalau regulasinya belum ada, saya akan bersurat juga eksekutif, akan bersurat apa yang harus kita lakukan,” tambahnya. 

Pemangkasan dana transfer ini memantik pertanyaan besar: apakah Jakarta mampu menjaga stabilitas pembangunan dengan anggaran yang lebih kecil, di tengah kebutuhan infrastruktur, transportasi, dan pelayanan publik yang terus meningkat?. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww