Shutdown AS Guncang Ekonomi, Pasar Global Soroti Dampaknya pada Rupiah
![]() |
| Karyawan menghitung uang dolar AS di Jakarta, Selasa (22/7/2025). |
JAKARTA – Amerika Serikat resmi menutup sebagian roda pemerintahannya pada Rabu (1/10/2025) dini hari waktu setempat setelah Kongres gagal menyetujui anggaran federal. Kebuntuan politik antara Partai Demokrat dan Republik mengenai subsidi kesehatan kembali membuat Washington lumpuh.
Shutdown ini langsung berdampak besar. Sebanyak 750 ribu pegawai federal dirumahkan tanpa gaji, sementara layanan publik non-esensial terhenti. Museum Smithsonian dan Kebun Binatang Nasional hanya bisa bertahan berkat anggaran lama, sedangkan ratusan taman nasional menghadapi ketidakjelasan. Kerugian ekonomi harian diperkirakan mencapai 400 juta dolar AS.
Meski demikian, gejolak ini justru memberi ruang bagi rupiah. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan indeks dolar akibat shutdown dapat mendorong penguatan rupiah. “Hari ini rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.620–Rp16.670 per dolar AS,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Rully menilai penundaan publikasi data ketenagakerjaan AS menambah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed. “Dalam jangka menengah, tekanan terhadap indeks dolar bisa membuka peluang bagi rupiah untuk menguat,” katanya.
Walaupun rupiah sempat melemah tipis ke Rp16.674 per dolar AS pada perdagangan Rabu, faktor domestik seperti inflasi September yang diperkirakan terkendali di 0,14 persen serta surplus neraca perdagangan memberi harapan stabilitas.
Shutdown kali ini menegaskan betapa rapuhnya kompromi politik di Washington. Namun bagi pasar keuangan Indonesia, situasi pelik di AS justru bisa membuka peluang untuk memperkuat rupiah di tengah ketidakpastian global. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Basket, KONI, DKI Jakarta |













