Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
21 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
8 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
6
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  KONI

Shutdown AS Guncang Ekonomi, Pasar Global Soroti Dampaknya pada Rupiah

Shutdown AS Guncang Ekonomi, Pasar Global Soroti Dampaknya pada Rupiah
Karyawan menghitung uang dolar AS di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Kamis, 02 Oktober 2025 12:17 WIB

JAKARTA – Amerika Serikat resmi menutup sebagian roda pemerintahannya pada Rabu (1/10/2025) dini hari waktu setempat setelah Kongres gagal menyetujui anggaran federal. Kebuntuan politik antara Partai Demokrat dan Republik mengenai subsidi kesehatan kembali membuat Washington lumpuh.

Shutdown ini langsung berdampak besar. Sebanyak 750 ribu pegawai federal dirumahkan tanpa gaji, sementara layanan publik non-esensial terhenti. Museum Smithsonian dan Kebun Binatang Nasional hanya bisa bertahan berkat anggaran lama, sedangkan ratusan taman nasional menghadapi ketidakjelasan. Kerugian ekonomi harian diperkirakan mencapai 400 juta dolar AS.

Meski demikian, gejolak ini justru memberi ruang bagi rupiah. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan indeks dolar akibat shutdown dapat mendorong penguatan rupiah. “Hari ini rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.620–Rp16.670 per dolar AS,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Rully menilai penundaan publikasi data ketenagakerjaan AS menambah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed. “Dalam jangka menengah, tekanan terhadap indeks dolar bisa membuka peluang bagi rupiah untuk menguat,” katanya.

Walaupun rupiah sempat melemah tipis ke Rp16.674 per dolar AS pada perdagangan Rabu, faktor domestik seperti inflasi September yang diperkirakan terkendali di 0,14 persen serta surplus neraca perdagangan memberi harapan stabilitas.

Shutdown kali ini menegaskan betapa rapuhnya kompromi politik di Washington. Namun bagi pasar keuangan Indonesia, situasi pelik di AS justru bisa membuka peluang untuk memperkuat rupiah di tengah ketidakpastian global. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Basket, KONI, DKI Jakarta
wwwwww