Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
24 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
24 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Setelah Disebut “Malas Bangun Kilang”, Pertamina Kembali Hadapi Kebakaran di Dumai

Setelah Disebut “Malas Bangun Kilang”, Pertamina Kembali Hadapi Kebakaran di Dumai
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Kamis, 02 Oktober 2025 10:28 WIB

JAKARTA – Kilang Pertamina Dumai, Riau, terbakar pada Rabu malam (1/10/2025). Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti mandeknya pembangunan kilang baru yang dinilai memperburuk ketahanan energi nasional.

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI sehari sebelumnya, Purbaya menuding Pertamina tidak serius menjalankan proyek strategis kilang minyak. “Bukan karena kita tidak mampu, tapi karena Pertamina malas-malesan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan adanya tawaran kerja sama dari investor Tiongkok dengan skema Build Operate Transfer (BOT). Dengan skema ini, setelah 30 tahun kilang otomatis menjadi milik negara, namun tawaran itu ditolak dengan alasan kelebihan kapasitas. “Padahal, sampai sekarang kilang baru belum ada yang jadi,” kata Purbaya.

Ironi itu kian terasa saat kebakaran kembali menimpa fasilitas yang sudah ada. Ledakan di Kilang Dumai terdengar hingga permukiman sekitar, membuat warga panik dan sebagian mengungsi. Aparat bersama tim darurat Pertamina langsung dikerahkan untuk menangani situasi.

Purbaya sebelumnya menegaskan, tanpa kilang baru, Indonesia akan terus bergantung pada impor BBM yang membebani APBN lewat subsidi. “Yang ada malah kilang terbakar. DPR perlu mengawal Pertamina agar benar-benar serius,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun insiden ini kembali menambah daftar panjang kejadian serupa di kilang-kilang Pertamina, sekaligus mempertegas kritik soal lemahnya manajemen risiko dan pembangunan infrastruktur energi nasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww