Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Swedia Ganti Arah, Jon Dahl Tomasson Dipecat Jelang Dua Laga Penentuan

Swedia Ganti Arah, Jon Dahl Tomasson Dipecat Jelang Dua Laga Penentuan
Rabu, 15 Oktober 2025 06:42 WIB

JAKARTA – Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jon Dahl Tomasson usai rentetan hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Langkah tegas ini diambil setelah Swedia hanya mampu meraih satu poin dari empat pertandingan, membuat mereka terpuruk di posisi buncit Grup B.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Ketua Umum SvFF, Simon Astrom, pada Rabu (14/10/2025). “Kami menghargai kerja keras Jon Dahl Tomasson, tetapi kami juga harus realistis. Tim membutuhkan kepemimpinan baru agar bisa bangkit dan tetap bersaing untuk tiket ke Piala Dunia,” ujarnya.

Kekalahan 0-1 dari Kosovo menjadi pemicu keputusan tersebut. Hasil itu memperpanjang tren negatif Swedia yang sebelumnya kalah dari Swiss dan hanya bermain imbang melawan Slovenia, meskipun mereka diperkuat bintang top seperti Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.

Jon Dahl Tomasson, pelatih asal Denmark yang diangkat pada Februari 2024, awalnya diharapkan bisa membawa angin segar setelah sukses melatih Blackburn Rovers di Inggris. Ia juga mencatat sejarah sebagai pelatih asing pertama dalam sejarah timnas Swedia. Namun, performa tim yang tak kunjung membaik membuat posisinya tak dapat diselamatkan.

Astrom menegaskan bahwa pemecatan Tomasson bukan berarti peluang Swedia tertutup. “Masih ada dua pertandingan tersisa, dan kesempatan ke play-off tetap terbuka. Kami harus memastikan tim kembali punya semangat dan arah yang jelas,” katanya.

Swedia masih memiliki dua laga penting, yakni tandang ke Swiss dan menjamu Slovenia. Meski kini tertinggal jauh di klasemen, Swedia masih berpeluang lolos ke babak play-off, baik lewat posisi kedua maupun melalui jalur UEFA Nations League, di mana mereka sempat menjadi juara grup musim 2024/25.

Sistem kualifikasi zona Eropa memberi peluang tambahan bagi tim yang tampil konsisten di Nations League. Empat tiket menuju play-off akan diberikan kepada juara grup terbaik yang gagal finis dua besar di fase kualifikasi.

Meski perpisahan dengan Tomasson meninggalkan catatan pahit, SvFF kini fokus mencari pelatih baru yang mampu mengembalikan kepercayaan diri para pemain dan menghidupkan kembali ambisi besar Swedia menuju Piala Dunia 2026. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Sepakbola, Basket, DKI Jakarta
wwwwww