Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Istana Dukung Langkah PSSI Copot Kluivert, Minta Penggantinya Segera Diumumkan

Istana Dukung Langkah PSSI Copot Kluivert, Minta Penggantinya Segera Diumumkan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Foto:inilahcom/vonita)
Kamis, 16 Oktober 2025 20:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah menegaskan dukungannya terhadap langkah PSSI yang memecat Patrick Kluivert dari posisi pelatih Timnas Indonesia, menyusul kegagalan skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Istana meminta PSSI segera bergerak cepat untuk menentukan pengganti Kluivert agar program pembinaan Timnas tidak terhenti.

“Kami berharap proses pencarian pelatih baru dilakukan sesegera mungkin, agar persiapan Timnas tetap berjalan dan tidak kehilangan momentum,” kata Prasetyo di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Prasetyo menegaskan, pemecatan Kluivert merupakan bagian dari evaluasi pemerintah terhadap performa sepak bola nasional. Menurutnya, kegagalan lolos ke Piala Dunia harus menjadi pelajaran penting agar pembenahan di tubuh Timnas bisa dilakukan lebih sistematis dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh kehilangan semangat. Ini adalah momentum untuk membenahi segala hal agar kualitas Timnas meningkat dan mimpi 287 juta rakyat Indonesia untuk tampil di Piala Dunia bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menghargai keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang dinilai berani mengambil langkah tegas di tengah tekanan publik.

“Keputusan itu tepat. Kami di pemerintah mendukung penuh langkah PSSI untuk melakukan evaluasi total demi masa depan sepak bola nasional,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, Erick Thohir dalam pernyataannya menyebut bahwa pemutusan kontrak Kluivert dan tim kepelatihannya dilakukan secara mutual agreement atau kesepakatan bersama.

“Dengan penuh rasa hormat, PSSI dan Coach Patrick serta tim kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini. Kami berterima kasih atas dedikasi dan perjuangan mereka bersama Timnas Indonesia,” ujar Erick.

Meski gagal menembus putaran final, Erick menilai era Kluivert tetap memberikan pencapaian penting: Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

“Ini tetap menjadi sejarah dan kebanggaan bagi kita. Kita sudah melangkah sejauh ini, dan tugas kita sekarang adalah melanjutkannya dengan fondasi yang lebih kuat,” tambahnya. 

Pasca pemecatan Kluivert, perhatian publik kini tertuju pada sosok calon pelatih baru Timnas Indonesia. Beberapa nama lokal dan asing mulai diperbincangkan, termasuk pelatih dari Jepang dan Korea Selatan yang disebut-sebut masuk radar PSSI.

Prasetyo menegaskan, pemerintah siap memberikan dukungan penuh terhadap proses seleksi dan reformasi Timnas. Ia menilai sepak bola bukan hanya urusan olahraga, melainkan juga bagian dari kebanggaan nasional.

“Pemerintah akan mendukung segala langkah pembenahan, termasuk pendanaan dan program pembinaan pemain muda. Sepak bola adalah semangat persatuan bangsa, dan Timnas adalah simbolnya,” ujarnya.

Ia menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa pergantian pelatih bukan akhir, melainkan awal dari babak baru sepak bola Indonesia.

“Kita belajar dari kegagalan, lalu bangkit lebih kuat. Kuncinya adalah konsistensi dan kerja keras,” ucapnya.

Dengan restu Istana dan dorongan publik, kini bola berada di tangan PSSI untuk segera menentukan pelatih baru yang bisa membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di kancah internasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww