Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pencak Silat Tembus AYG dan ISG, Okto: Perintah Langsung Presiden Persilat

Pencak Silat Tembus AYG dan ISG, Okto: Perintah Langsung Presiden Persilat
Menpora Erick Thohir saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Raja Sapta Oktohari.
Jum'at, 17 Oktober 2025 20:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Ada kabar gembira dan juga membanggakan Indonesia terkuak pada acara pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Youth Games (AYG) dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Senayan, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Saat pengukuhan Kontingen Indonesia, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengumumkan cabang olahraga Pencak Silat menjadi cabang resmi Asian Youth Games di Manama, Bahrain,  22-31 Oktober 2025 dan cabang olahraga eksebisi pada ISG di Riyadh, Arab Saudi, 7-21 November 2025.

Okto, panggilan karibnya, sukses menjalankan perintah Presiden Persilat (International Pencak Silat Federation/Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa), Prabowo Subianto.

Di ASG, awalnya pencak silat hanya berstatus demonstrasi, namun berkat diplomasi dipastikan resmi masuk dalam cabang olahraga perolehan medali. Ini bisa dilihat dengan dipertandingkan empat nomor pencak silat yakni kelas 51–55 kg dan 59–64 kg putra-putri, dimana Indonesia akan menurunkan dua atlet di kelas 51–55 kg putra dan putri.  

Dengan menjadi bagian dari Asian Youth Games, jelas Okto, bukan hanya langkah besar bagi diplomasi olahraga Indonesia di level Asia tetap mata dunia sudah terbuka terhadap pencak silat dan Indonesia semakin dekat melihat olahraga asli Indonesia tersebut tampil di Olimpiade.

“Perintah langsung dari Presiden Persilat,  akhirnya kedua negara penyelenggara bersedia menyelenggarakan pencak silat sebelum kegiatan dimulai dan masuk dalam perolehan medali untuk Asian Youth Games. Ini bagian dari diplomasi melalui AYG dan ISG bisa menduniakan pencak silat,” jelasnya. 

Lebih jauh, Okto menegaskan bahwa kedua ajang ini merupakan momentum penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet muda Indonesia sekaligus memperkuat karakter nasionalisme mereka di kancah internasional.

Okto juga mengungkapkan optimisme tinggi kepada para atlet yang akan mewakili Indonesia di dua ajang multievent tersebut. “Asian Youth Games dan Islamic Solidarity Games ini selain berkompetisi, kita juga berdiplomasi. Tapi dalam setiap kompetisi, atlet kita dimotivasi hanya datang untuk menang, untuk membawa pulang medali. Sesuai arahan Presiden RI, kita mau menang di banyak tempat, mau mengumandangkan Indonesia Raya sesering mungkin dan mengibarkan bendera Merah Putih di panggung-panggung dunia,” sebutnya.

Kontingen Indonesia untuk Asian Youth Games (AYG) Bahrain yang  dipimpin Chef de Mission (CdM) Akbar Nasution menurunkan 122 atlet, 51 pelatih dan ofisial, serta 20 personel Headquarters (HQ) dan tim pendukung.

Indonesia akan ikut di 21 dari 26 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni akuatik, atletik, badminton, basketball 3x3, camel racing, cycling, esports, equestrian, golf, jiu-jitsu, judo, mixed martial arts (MMA), muaythai, tenis meja, taekwondo, triathlon, weightlifting, teqball, voli pantai, voli indoor, serta pencak silat dan kurash.

Sedangkan Kontingen Indonesia untuk Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh, Arab Saudi akan menurunkan 38 atlet dari enam cabang olahraga (renang, anggar, muaythai, angkat besi, gulat dan pencak silat), 14 official dan 11 tim pendukung serta Headquarter. Indonesia di ISG 2025 akan dipimpin CdM Endri Erawan yang merupakan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).

Sebelum Kontingen Indonesia dilepas secara resmi Menpora Erick Thohir, CdM Asian Youth Games 2025 Akbar Nasution mengatakan keikutsertaan Indonesia sangat penting untuk regenerasi atlet-atlet yang akan mewakili Merah Putih di multievent lainnya. Khususnya persiapan untuk berkompetisi di Youth Olympic Games Dakar 2026.=

“Fokus kami adalah proses dalam upaya pencapaian target. Keberhasilan atau kemenangan itu dapat terjadi saat proses latihan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, yang tentunya akan membuahkan hasil yang maksimal” ucap Akbar, ketika menitipkan pesan kepada para Atlet Asian Youth Games.

CdM Tim Indonesia untuk ISG 2025 Endri Erawan menambahkan ISG bukan hanya tentang medali, tapi tentang semangat ukhuwah dan solidaritas antarnegara muslim di dunia.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya kuat secara prestasi, tapi juga menjadi contoh fair play, persaudaraan, dan nilai-nilai sportivitas,” tutup Endri. ***

wwwwww