Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pencak Silat Persembahkan Medali Emas Pertama untuk Indonesia di Asian Youth Games 2025

Pencak Silat Persembahkan Medali Emas Pertama untuk Indonesia di Asian Youth Games 2025
Pesilat Indonesia, Furgon Habbil Winata meraih medali emas pertama Indonesia dan Qiken Dwi Tata Olifia meraih perak di AYG 2025. (NOC Indonesia)
Senin, 20 Oktober 2025 22:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pencak silat menorehkan sejarah gemilang di Asian Youth Games Bahrain 2025 dengan mempersembahkan medali emas pertama bagi Tim Indonesia, sekaligus menjadi medali emas pertama cabang pencak silat di ajang Asian Youth Games.

Emas diraih oleh Furgon Habbil Winata, yang turun di kelas 51–55 kg putra. Bertanding di Hall 1 Exhibition World Bahrain, Furgon tampil dominan sejak awal. Ia menaklukkan pesilat Kamboja, Daniel Phouk, dengan skor telak 51–1 di babak semifinal, sebelum memastikan emas setelah menang meyakinkan atas pesilat tuan rumah Abdul Qassim dengan skor 81–10 di final.

“Alhamdulillah, sangat senang serasa mimpi jadi kenyataan. Kerja keras selama ini terbayarkan,” ujar Furgon penuh haru seusai pertandingan.

Sementara itu, pesilat putri Qiken Dwi Tata Olifia turut menyumbang prestasi dengan meraih medali perak setelah kalah tipis dari wakil Filipina, Kram Airam Carpio, dengan skor 33–19 di babak final.

Sebelumnya, Qiken menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan di semifinal melawan pesilat Uzbekistan, Feruza Bozorova. Setelah skor imbang 54–54, Qiken dinyatakan menang karena lawan memiliki pelanggaran lebih banyak.

Dari kelas 59–63 kg putra, pesilat asal Uzbekistan, Nurislom Ruziboev, meraih medali emas usai mengalahkan Temir Bikboev dari Kirgistan dengan skor 46–16 di partai final.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Youth Games Bahrain 2025, Akbar Nasution, menyampaikan apresiasi atas capaian ini.

"Kemenangan ini membuktikan bahwa pencak silat kini benar-benar telah menjadi olahraga Asia. Atlet-atlet kita menunjukkan keunggulan dan dedikasi luar biasa untuk mengharumkan nama bangsa,” ujar Akbar. ***

wwwwww