Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  KONI

Operasi Bersih-Bersih Ekonomi, Purbaya Janji Sikat Penyelundup Tekstil hingga Baja

Operasi Bersih-Bersih Ekonomi, Purbaya Janji Sikat Penyelundup Tekstil hingga Baja
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Selasa, 21 Oktober 2025 15:31 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan langkah tegas pemerintah dalam menertibkan praktik penyelundupan dan under invoicing yang selama ini merugikan negara triliunan rupiah. Ia memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk mereka yang memiliki “bekingan” kuat di lingkaran kekuasaan.

Dalam pernyataannya di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/10/2025), Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan operasi besar-besaran untuk memburu para pelaku mafia perdagangan. “Yang suka main selundup, saya tangkap. Bentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya enggak peduli di belakangnya siapa,” ujarnya.

Purbaya menyebut praktik under invoicing kerap dilakukan importir untuk menghindari pajak dan bea masuk. Ia menegaskan modus ini tak hanya melibatkan oknum di lapangan, melainkan juga pihak berpengaruh yang memberikan perlindungan.

“Orang Bea Cukai sering bilang, ‘di belakangnya ada bekingan besar’. Nah sekarang enggak ada alasan lagi. Dirjen Bea Cukai saya bintang tiga, jadi kalau ada bintang empat yang ikut main, kita lapor langsung ke Presiden,” tegasnya.

Menurutnya, sektor tekstil, rokok, dan baja menjadi fokus utama pemberantasan. “Rokok saya beresin dulu. Abis itu tekstil, lalu baja. Satu-satu saya kejar,” katanya menambahkan.

Ia menilai praktik penyelundupan selama ini menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi dan merusak struktur industri nasional. Dengan dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Keuangan berkomitmen melakukan reformasi menyeluruh di sektor perpajakan dan kepabeanan.

“Langkah ini bukan cuma soal penindakan, tapi juga pembenahan ekonomi. Kalau kebocoran bisa dikendalikan, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat, mungkin mendekati enam persen tahun depan,” ujarnya optimistis.

Purbaya juga menyinggung perbaikan sistem teknologi informasi di Lembaga National Single Window (LNSW) agar bisa berfungsi layaknya “intelijen digital” untuk memantau arus barang. Menurutnya, sistem tersebut belum sepenuhnya terintegrasi.

“Harusnya LNSW itu seperti mata saya. Saya bisa lihat barang apa yang masuk dan keluar, tapi sekarang datanya belum lengkap. Nanti saya perbaiki supaya bisa langsung tahu potensi penyelundupan dari sistem,” jelasnya.

Ia memastikan, operasi besar ini akan dimulai dalam waktu dekat dan dilakukan secara bertahap. “Nama-nama pemainnya sudah ada, tinggal pilih siapa yang duluan kita proses,” ungkapnya.

Purbaya berharap upaya ini mampu menutup celah kebocoran penerimaan negara dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi fiskal. “Yang jelas, enggak ada lagi yang bisa main-main dengan uang negara,” tegasnya menutup pernyataan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:KONI, DKI Jakarta
wwwwww