Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic
53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025

Gymnast Salsabilla dan Alarice Merasa Terhormat dan Bangga

Gymnast Salsabilla dan Alarice Merasa Terhormat dan Bangga
Alarice Mallica Prakoso (kiri) dan Salsabilla Hadi Pamungkas. (JAGOC)
Rabu, 22 Oktober 2025 14:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dua gymnast Indonesia menuntaskan tugasnya di Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53. Tampil di Indonesia Arena Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (21/10/2025), Salsabilla Hadi Pamungkas dan Alarice Mallica Prakoso berhasil menunjukkan penampilan indah mereka.

Berada di Subdivisi 7 bersama Meksiko, Filipina, Kolombia, dan Suriah, Indonesia menjalani kualifikasi Women’s Artistic Gymnastics (WAG) pukul 15:00 WIB. Salsabilla dan Alarice turun di semua apparatus: vault, uneven bars, balance beam, dan floor exercise.

Salsabilla membukukan poin all round, 44.432 (vault; 12.933, uneven bars: 9.800, balance beam: 10.266, dan floor: 11.433). Sedangkan untuk Alarice, nilai all round-nya adalah 44.266 (vault: 11.900, uneven bars: 10.600, balance beam: 10.000, floor: 11.766).

“Ini kejuaraan dunia pertama saya. Sebuah kesempatan yang luar biasa, apalagi Indonesia tuan rumah dan banyak support, jadi rasanya beda banget. Nervous, iya, tapi untuk penampilan hari ini buat aku sudah cukup maksimal,” kata Salsabilla.

“Saya merasa sangat terhormat bisa tampil di sini. Rasanya sangat bangga dengan diri sendiri karena saya mampu memberikan yang terbaik. Dengan disaksikan keluarga dan teman-teman, saya sangat bahagia. Rasanya, semua kerja keras terbayar,” timpal Alarice.

Bukan hanya untuk gymnast, Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53 juga menjadi debut bagi pelatih WAG Indonesia, Zahari. Kesempatan membawa anak didiknya, Salsabilla, ke level dunia dimanfaatkan untuk mempelajari metode gerakan-gerakan baru.

“Menurut saya, (penampilan) anak-anak cukup baik. Baik di saat latihan maupun pertandingan, tidak beda,” kata Zahari, dalam konferensi pers usai babak kualifikasi.

Hal senada dikemukakan Eva Butar Butar, pelatih WAG Indonesia. Sebagai debutan di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship, penampilan Salsabilla dan Alarice terbilang memuaskan karena mereka harus bersaing dengan para Olimpian.

“Mereka mampu mengatasi rasa gugup, dan apapun itu, mereka sudah melakukan yang terbaik. Terpenting lagi, safety. Mereka sudah tampil maksimal. Ini akan jadi bekal mereka untuk ke depan menghadapi level-level tingkat dunia, Olimpiade,” ujar Eva.

Larasati Rengganis Cedera

Sayangnya, kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53 tidak bisa dirasakan oleh Larasati Rengganis. Sehari sebelum podium training, dirinya mengalami patah jari. Cedera tersebut didapatkannya saat menjalani latihan.

“Ketika latihan palang bertingkat, ada sedikit missed cara menangkap jadi yang terbentur jarinya. Karena bersemangat, Laras (tetap ikut) podium (training), bahkan mencoba tiga alat dan semua (gerakan) sudah sesuai,” kata Indra SIbarani, manajer timnas.

“Namun selang dua hari, terjadi pembengkakan. Tangannya semakin sulit digerakkan. Akhirnya, tim medis memutuskan untuk menghentikan (Larasati tampil di Kejuaraan Dunia),” dia menambahkan.***

wwwwww