Gymnast Salsabilla dan Alarice Merasa Terhormat dan Bangga
![]() |
| Alarice Mallica Prakoso (kiri) dan Salsabilla Hadi Pamungkas. (JAGOC) |
Penulis: Azhari Nasution
Berada di Subdivisi 7 bersama Meksiko, Filipina, Kolombia, dan Suriah, Indonesia menjalani kualifikasi Women’s Artistic Gymnastics (WAG) pukul 15:00 WIB. Salsabilla dan Alarice turun di semua apparatus: vault, uneven bars, balance beam, dan floor exercise.
Salsabilla membukukan poin all round, 44.432 (vault; 12.933, uneven bars: 9.800, balance beam: 10.266, dan floor: 11.433). Sedangkan untuk Alarice, nilai all round-nya adalah 44.266 (vault: 11.900, uneven bars: 10.600, balance beam: 10.000, floor: 11.766).
“Ini kejuaraan dunia pertama saya. Sebuah kesempatan yang luar biasa, apalagi Indonesia tuan rumah dan banyak support, jadi rasanya beda banget. Nervous, iya, tapi untuk penampilan hari ini buat aku sudah cukup maksimal,” kata Salsabilla.
“Saya merasa sangat terhormat bisa tampil di sini. Rasanya sangat bangga dengan diri sendiri karena saya mampu memberikan yang terbaik. Dengan disaksikan keluarga dan teman-teman, saya sangat bahagia. Rasanya, semua kerja keras terbayar,” timpal Alarice.
Bukan hanya untuk gymnast, Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53 juga menjadi debut bagi pelatih WAG Indonesia, Zahari. Kesempatan membawa anak didiknya, Salsabilla, ke level dunia dimanfaatkan untuk mempelajari metode gerakan-gerakan baru.
“Menurut saya, (penampilan) anak-anak cukup baik. Baik di saat latihan maupun pertandingan, tidak beda,” kata Zahari, dalam konferensi pers usai babak kualifikasi.
Hal senada dikemukakan Eva Butar Butar, pelatih WAG Indonesia. Sebagai debutan di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship, penampilan Salsabilla dan Alarice terbilang memuaskan karena mereka harus bersaing dengan para Olimpian.
“Mereka mampu mengatasi rasa gugup, dan apapun itu, mereka sudah melakukan yang terbaik. Terpenting lagi, safety. Mereka sudah tampil maksimal. Ini akan jadi bekal mereka untuk ke depan menghadapi level-level tingkat dunia, Olimpiade,” ujar Eva.
Larasati Rengganis Cedera
Sayangnya, kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53 tidak bisa dirasakan oleh Larasati Rengganis. Sehari sebelum podium training, dirinya mengalami patah jari. Cedera tersebut didapatkannya saat menjalani latihan.
“Ketika latihan palang bertingkat, ada sedikit missed cara menangkap jadi yang terbentur jarinya. Karena bersemangat, Laras (tetap ikut) podium (training), bahkan mencoba tiga alat dan semua (gerakan) sudah sesuai,” kata Indra SIbarani, manajer timnas.
“Namun selang dua hari, terjadi pembengkakan. Tangannya semakin sulit digerakkan. Akhirnya, tim medis memutuskan untuk menghentikan (Larasati tampil di Kejuaraan Dunia),” dia menambahkan.***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













