Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
9 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
4 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
4 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

Hujan Deras Picu Longsor di Ponpes Attohiriyah Bandung Barat, Satu Santriwati Meninggal Dunia

Hujan Deras Picu Longsor di Ponpes Attohiriyah Bandung Barat, Satu Santriwati Meninggal Dunia
Lokasi longsor di Ponpes Attohiriyah, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, Minggu (26/10/2025).
Senin, 27 Oktober 2025 10:12 WIB

BANDUNG BARAT – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (26/10/2025) memicu bencana longsor yang menimpa bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Attohiriyah di Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah, Kecamatan Cirongga. Satu santriwati bernama Nuri binti Pudin (15) meninggal dunia setelah tertimpa material longsor yang merobohkan dinding bangunan utama pondok.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah perbukitan sejak siang hari. “Tanah di sekitar tebing belakang pondok tidak kuat menahan air, sehingga longsor dan menimpa bangunan utama pesantren,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Saat kejadian, korban tengah berwudhu bersiap untuk salat Maghrib. Namun tiba-tiba dinding bangunan ambruk setelah diterjang material longsor. “Korban sempat dievakuasi ke puskesmas, tapi nyawanya tidak tertolong,” ungkap Asep.

Sebagian besar santri lainnya berhasil menyelamatkan diri, meskipun sejumlah ruang belajar dan asrama mengalami kerusakan cukup parah. “Seluruh penghuni pondok kini kami evakuasi sementara ke lokasi yang aman,” tambahnya. 

BPBD Bandung Barat bersama aparat desa dan relawan langsung mengirimkan tim asesmen untuk memeriksa kondisi struktur bangunan dan memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun. “Kami sudah menyiapkan logistik, makanan siap saji, serta perlengkapan darurat untuk para santri dan pengelola pondok pesantren,” kata Asep.

Selain menyalurkan bantuan, pihak BPBD juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah masih labil setelah hujan deras. “Kami minta warga dan pengelola pondok untuk tidak menempati bangunan yang terdampak dulu sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.

Bencana longsor di Cirongga ini menjadi pengingat akan tingginya kerentanan daerah pegunungan di Bandung Barat terhadap cuaca ekstrem. Pemerintah daerah berencana meninjau ulang sistem drainase dan penataan kawasan pesantren yang berada di lereng agar lebih aman dari risiko bencana. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww