Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  PON

Andi Arief Ingatkan Pemerintah, Jangan Tutupi Dugaan Korupsi di Proyek Kereta Cepat

Andi Arief Ingatkan Pemerintah, Jangan Tutupi Dugaan Korupsi di Proyek Kereta Cepat
Selasa, 28 Oktober 2025 12:46 WIB
JAKARTA – Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menilai proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) merupakan simbol kemajuan transportasi Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan isu transparansi dan potensi korupsi di baliknya.

“Kereta cepat sudah jadi kenyataan. Dari Jakarta ke Bandung kini bisa ditempuh dalam waktu singkat. Tapi, kecurigaan adanya korupsi atau mark up jangan diabaikan jika memang ada,” tulis Andi melalui akun X miliknya, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, keberadaan Whoosh memang membawa kebanggaan nasional, tetapi keberhasilan proyek besar tidak boleh menutupi kewajiban pemerintah untuk membuka data dan menjelaskan setiap penggunaan anggaran secara transparan. “Pembangunan harus jalan terus, tapi pengawasan publik dan lembaga audit tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Andi Arief menekankan bahwa proyek infrastruktur besar seperti kereta cepat selalu berisiko menjadi ladang penyimpangan anggaran. Karena itu, lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar sesuai peruntukannya. “Jangan sampai proyek strategis ini menjadi simbol kemajuan yang ternoda oleh korupsi,” katanya.

Pernyataan Andi Arief muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dugaan pembengkakan biaya proyek Whoosh. Perbandingan antara biaya pembangunan per kilometer di Indonesia dan Tiongkok yang disebut jauh berbeda memicu berbagai pertanyaan soal efisiensi dan kejujuran pengelolaan dana.

Menurut Andi, proyek transportasi publik seperti Whoosh bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga soal integritas kebijakan dan akuntabilitas pemerintah. “Pemerintah perlu menjaga kepercayaan publik. Jangan sampai proyek besar yang seharusnya membanggakan justru menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan nasional bergantung pada keterbukaan informasi dan sikap antikorupsi. “Kalau pemerintah terbuka dan berani diaudit, publik akan tetap mendukung. Tapi kalau ada kesan menutup-nutupi, proyek sehebat apa pun bisa kehilangan maknanya,” tegasnya.

Andi menegaskan, keberhasilan Whoosh tidak akan berarti jika di baliknya ada praktik penyimpangan yang merugikan negara. Ia pun mendorong agar lembaga penegak hukum bertindak tegas jika ada bukti kuat tentang dugaan korupsi. “Kita semua ingin kemajuan, tapi kemajuan yang bersih, bukan kemajuan yang mahal karena dikorupsi,” katanya.

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung menjadi proyek transportasi pertama di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi tinggi. Meski menuai pujian, proyek ini juga diselimuti kritik terkait pembengkakan biaya dan transparansi pendanaan. Pernyataan Andi Arief menjadi pengingat bahwa pembangunan tanpa pengawasan hanya akan melahirkan prestasi semu.

“Pemerintah harus buktikan bahwa proyek ini benar-benar bersih, transparan, dan memberi manfaat besar bagi rakyat. Itulah bentuk kemajuan yang sebenarnya,” tutup Andi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:PON, Voli, Beladiri
wwwwww