Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  PON

Penurunan Biaya Haji Dipuji, tapi DPR Ingatkan Jangan Abaikan Transparansi dan Kualitas Layanan

Penurunan Biaya Haji Dipuji, tapi DPR Ingatkan Jangan Abaikan Transparansi dan Kualitas Layanan
Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDIP Selly Andriany Gantina saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025). (foto: inilah.com/diana rizky)
Kamis, 30 Oktober 2025 17:25 WIB

JAKARTA – Keputusan pemerintah menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 1447 H/2026 M disambut positif, namun sejumlah anggota DPR RI mengingatkan agar kebijakan itu tidak berhenti pada pencapaian angka. Transparansi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi hal yang dinilai tak bisa dipisahkan dari efisiensi biaya.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina, menilai penurunan BPIH harus disertai dengan keterbukaan penuh kepada publik, termasuk soal kontrak layanan dan rincian penggunaan anggaran.

“Pemerintah harus menjamin kualitas pelayanan dan keberlanjutan keuangan haji. Penurunan biaya ini tidak boleh membuat pelayanan menurun. Transparansi dan akuntabilitas pada setiap kontrak menjadi kunci,” ujar Selly, Kamis (30/10/2025).

Ia menekankan, pengawasan DPR akan berjalan lebih efektif apabila pemerintah membuka seluruh data kerja sama yang dilakukan, baik dengan pihak penyedia akomodasi, konsumsi, maupun transportasi.

“Masyarakat berhak tahu bagaimana efisiensi dilakukan. Apalagi sekarang Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah terlibat langsung, ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi jemaah Indonesia,” jelasnya.

Selly juga menyoroti dua perusahaan penyedia layanan (syarikah) di Arab Saudi yang ditunjuk untuk menangani akomodasi dan konsumsi jemaah haji Indonesia. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan penyedia tersebut tidak mengulang kesalahan masa lalu.

“Masalah keterlambatan konsumsi, hotel di bawah standar, atau layanan yang tidak sesuai kontrak tidak boleh terjadi lagi. Jemaah kita sudah menunggu bertahun-tahun, mereka layak mendapat layanan yang sesuai nilai ibadahnya,” katanya.

Meski kritis, Selly tetap mengapresiasi hasil pembahasan cepat antara Komisi VIII DPR RI dan pemerintah. Ia menilai keputusan ini sebagai langkah positif menuju pengelolaan haji yang lebih efisien dan berkeadilan.

“Ini hadiah bagi umat Islam. Tapi jangan lupa, kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika semua prosesnya terbuka,” tandasnya.

Sebelumnya, biaya haji 2026 ditetapkan sebesar Rp87.409.366, turun Rp2,89 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp89.410.258,79. Penurunan ini juga lebih rendah Rp1 juta dari usulan awal pemerintah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, usai rapat bersama pemerintah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Menurut Wachid, keputusan penurunan biaya ini diambil setelah mempertimbangkan efisiensi layanan tanpa mengurangi standar kenyamanan dan keselamatan jemaah. “Kami akan terus mengawal agar implementasinya berjalan sesuai kesepakatan,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban calon jemaah haji, tetapi juga menjadi awal bagi penyelenggaraan ibadah haji yang lebih transparan, efisien, dan berorientasi pada kepuasan jemaah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:PON, Voli
wwwwww