Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Proyek Whoosh Disorot, Pukat UGM Minta Jokowi dan Menteri Era-nya Diperiksa KPK

Proyek Whoosh Disorot, Pukat UGM Minta Jokowi dan Menteri Era-nya Diperiksa KPK
Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Whoosh
Kamis, 30 Oktober 2025 10:08 WIB

JAKARTA – Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zaenur Rohman menilai perlu adanya pemeriksaan terhadap eks Presiden RI ke-7, Joko Widodo, terkait dugaan penyimpangan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

Menurutnya, proyek yang diresmikan Jokowi pada 2 Oktober 2023 itu tak hanya menyisakan utang besar, tetapi juga memunculkan dugaan adanya mark up anggaran yang kini tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal 2025.

“Dari pengambil kebijakan sampai pelaksana proyek harus diperiksa. Presiden, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, semua yang terkait harus dimintai keterangan,” kata Zaenur, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (30/10/2025).

Ia menekankan, pemeriksaan itu penting karena Jokowi merupakan pengambil keputusan utama pembangunan proyek Whoosh yang kini menelan utang mencapai Rp116 triliun atau sekitar 7,2 miliar dolar AS.

Selain memeriksa pihak terkait, Zaenur juga menegaskan pentingnya audit menyeluruh terhadap seluruh dokumen proyek untuk memastikan transparansi penggunaan dana publik.

“Dokumen negosiasi, MOU, kontrak, hingga pengadaan barang dan jasa harus diaudit semua. Dari situ nanti bisa diketahui apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak,” paparnya.

Zaenur menyebut, audit investigatif menjadi langkah paling tepat untuk membuka secara terang dugaan korupsi yang mencuat di proyek strategis nasional itu.

“Perlu audit investigatif untuk memastikan apakah ini murni persoalan perencanaan atau ada unsur pidana,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek yang dijalankan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut memang menghadapi masalah serius, mulai dari pembengkakan biaya hingga tingginya beban utang yang harus dicicil dalam jangka waktu puluhan tahun.

“Proyek KCIC ini jelas bermasalah. Ada pembengkakan biaya lebih dari 30 persen, beban operasional tinggi, dan utang besar yang akan dicicil sampai 40 atau bahkan 60 tahun,” ungkapnya.

Zaenur menilai, kondisi itu menjadi tanda bahwa proyek kereta cepat tersebut tidak direncanakan dengan matang dan berpotensi melibatkan praktik mark up yang perlu diusut tuntas. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww