Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  PON

Rocky Gerung Sentil Purbaya: Jangan Jadi Penjaga Warisan Salah Kelola Whoosh

Rocky Gerung Sentil Purbaya: Jangan Jadi Penjaga Warisan Salah Kelola Whoosh
Kolase Rocky Gerung dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: dokumentasi rmol)
Kamis, 30 Oktober 2025 18:19 WIB

JAKARTA – Polemik proyek kereta cepat Whoosh kembali mencuat setelah pengamat politik Rocky Gerung menyoroti sikap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai belum tegas mengusut dugaan penyimpangan dalam pembiayaan proyek tersebut. Menurut Rocky, Purbaya justru terlihat melunak terhadap penjelasan mantan Presiden Joko Widodo mengenai utang dan kerugian yang ditimbulkan.

“Purbaya semestinya berdiri di sisi publik, bukan terkesan membela kebijakan lama. Kalau dari awal dia sudah bicara soal dugaan kesalahan dalam skema pembiayaan yang menguntungkan China, maka harusnya dia teruskan sampai tuntas,” ujar Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Kamis (30/10/2025).

Rocky menyebut, publik menaruh harapan besar pada Purbaya untuk menjadi sosok reformis yang berani mengungkap sumber persoalan di balik kerugian proyek bernilai ratusan triliun rupiah itu. Namun, gaya komunikasi Purbaya yang kini lebih hati-hati dianggap membuat kepercayaannya menurun. 

“Kalau Purbaya mau jadi ‘cowboy reformasi’, dia harus berani menembak arah yang benar. Tapi kalau malah minta maaf dan melunak, publik akan melihatnya sebagai cowboy cengeng,” sindirnya.

Ia menambahkan, posisi Purbaya saat ini sangat penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi dan pengelolaan utang negara.

“Presiden Prabowo perlu memberi sinyal jelas bahwa Purbaya diberi kewenangan penuh untuk menelusuri kasus Whoosh sampai ke akar,” jelas Rocky.

Sementara itu, Purbaya dalam pernyataannya sebelumnya menjelaskan bahwa urusan utang Whoosh sepenuhnya menjadi tanggung jawab Danantara sebagai perusahaan induk dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). 

“KCIC di bawah Danantara, dan mereka sudah punya struktur manajemen serta dividen yang cukup besar, sekitar Rp80 triliun per tahun. Jadi mestinya bisa dikelola tanpa menarik dana negara lagi,” kata Purbaya dalam konferensi virtual, Jumat (10/10/2025).

Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan pemisahan yang tegas antara entitas bisnis dan negara agar risiko finansial tidak terus dibebankan kepada publik.

“Prinsip ke depan jelas: kalau untung dinikmati swasta, kalau rugi jangan negara yang tanggung. Itu harus jadi pembelajaran dari proyek ini,” tegasnya.

Pernyataan Purbaya itu menjadi langkah awal untuk menata ulang arah kebijakan investasi nasional di era pemerintahan baru. Namun, sorotan publik masih tertuju padanya—apakah ia benar-benar akan membongkar skandal besar di balik proyek prestisius Whoosh atau berhenti sebatas retorika. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:PON, Voli, Beladiri
wwwwww