Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  PON

Ekonomi Indonesia Melambat, Airlangga: Masih Aman di Atas 5 Persen

Ekonomi Indonesia Melambat, Airlangga: Masih Aman di Atas 5 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: rmol/alifia dwi ramandhita)
Rabu, 05 November 2025 17:36 WIB
JAKARTA – Pemerintah menanggapi perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2025 yang tercatat sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12 persen, namun dinilai masih mencerminkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa capaian itu tetap menunjukkan stabilitas ekonomi yang terjaga. Menurutnya, Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen di tengah kondisi eksternal yang tidak menentu, seperti perlambatan ekonomi dunia dan fluktuasi harga komoditas.

“Angka 5,04 persen itu berarti kita masih bisa menjaga pertumbuhan di level 5 persen. Kalau dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, posisi kita lebih baik,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Rabu (5/11/2025).

Airlangga menuturkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong percepatan ekonomi di kuartal IV-2025. Salah satunya melalui peningkatan konsumsi masyarakat dengan menyalurkan berbagai stimulus dan bantuan sosial (bansos).

“Upaya yang perlu dilakukan di kuartal IV adalah mendorong konsumsi agar ekonomi kembali meningkat. Kita sudah menggelontorkan bansos dengan nilai hampir Rp30 triliun. Biasanya konsumsi masyarakat naik signifikan di akhir tahun,” katanya.

Selain bansos, pemerintah juga memperkuat sektor riil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Airlangga menyebut masih tersedia ruang pembiayaan hingga Rp50 triliun untuk memperkuat perputaran ekonomi di berbagai daerah.

“Kita sudah hitung stimulus tambahan Rp30 triliun ditambah KUR sebesar Rp50 triliun. Itu masih bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini telah ditandatangani akad untuk 800 ribu debitur KUR dengan rata-rata pinjaman Rp50 juta per debitur, sehingga total dana yang berputar mencapai Rp40 triliun. “Kalau semua berjalan lancar, sektor riil akan semakin aktif,” tambahnya.

Airlangga optimistis laju pertumbuhan ekonomi akan kembali meningkat di akhir tahun dan target pertumbuhan 5,2 persen pada 2025 dapat tercapai.

“On track, kita optimistis kuartal IV 2025 bisa naik,” tandasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:PON, Voli, Ekonomi
wwwwww